AS Disebut Akan Mundur Dari Perjanjian Nuklir Dengan Rusia

Presiden Donald Trump disebut akan menangguhkan kewajiban AS di bawah Perjanjian Senjata Nuklir Jarak Menengah (INT) yang menjadi pilar kendali senjata internasional.
Aprianto Cahyo Nugroho | 01 Februari 2019 15:52 WIB
Bendera Amerika Serikat - Investingnews.com

Kabar24.com, JAKARTA – Presiden Donald Trump disebut akan menangguhkan kewajiban AS di bawah Perjanjian Senjata Nuklir Jarak Menengah (INT) yang menjadi pilar kendali senjata internasional.

Menurut dua orang sumber yang dikutip dari Bloomberg, AS bersiap untuk menarik diri sepenuhnya dari pakta yang dibuat dengan Uni Soviet pada tahun 1987 silam tersebut.

Pentagon mengirimkan pemberitahuan kepada Komite Layanan Bersenjata Senat bahwa berdasarkan ketentuan perjanjian, pemerintah berencana untuk menarik diri dalam enam bulan ke depan.

Pemberitahuan tersebut disampaikan sebelum batas waktu pada Sabtu yang ditujukan kepada Rusia untuk menghancurkan semua rudal jelajah yang diluncurkan di darat yang dikenal sebagai 9M729, termasuk peralatan terkait dan peluncur.

Penangguhan tersebut menjadi titik panas baru dalam hubungan AS-Rusia dan menjadi penolakan lain oleh Trump dan para pembantunya dari perjanjian internasional.

Meskipun Eropa dan banyak anggota parlemen AS berupaya untuk mempertahankan perjanjian agar dapat membendung proliferasi rudal nuklir jarak menengah, pemerintah Trump berpendapat bahwa Rusia telah melakukan pelanggaran selama bertahun-tahun terakhir.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton menyebut perjanjian tersebut sudah ketinggalan zaman dan tidak mengatasi ancaman yang meningkat dari China, yang bukan merupakan pihak yang menandatangani perjanjian.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg telah memperingatkan kepada kedua negara untuk bersiap menghadapi kemungkinan runtuhnya perjanjian tersebut.

AS berargumen bahwa Rusia telah membahayakan perjanjian INF selama bertahun-tahun dengan mengerahkan rudal-rudal yang diluncurkan dari darat yang berada dalam jangkauan terlarang yaitu 500 kilometer hingga 5.500 kilometer.

Rusia membantah telah melanggar perjanjian INF, menuduh AS melakukan pelanggaran, dan mengatakan penarikan dari perjanjian Perang Dingin akan memicu perlombaan senjata.

"Pada tanggal 2 Februari, AS akan berhenti memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian itu," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov dalam sebuah wawancara dengan TV Pemerintah, Jumat (1/2/2019).

"Ini adalah langkah serius. Rusia sekarang menunggu apakah Washington akan memberi tahu kami bahwa mereka benar-benar menarik diri dari INF,” tambahnya, seperti dikutip Bloomberg.

Trump mengindikasikan pada Oktober bahwa ia ingin AS mundur dari perjanjian tersebut, tetapi setelah berkonsultasi dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan sekutu lainnya, ia memutuskan untuk menunda penangguhan tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada awal Desember bahwa AS memberi Rusia dua bulan lagi untuk kembali menaati perjanjian.

Tag : amerika serikat
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top