Heboh #YangGajiKamuSiapa, TKN Jokowi-Ma'ruf: Alarm ASN Agar Tidak Berpolitik Praktis

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding dalam keterangan resminya, Jumat (1/2/2019) menilai bahwa pernyataan menteri yang akrab disapa Chief Rudi tersebut merupakan reaksi psikologis agar ASN terlibat politik praktis.
Aziz Rahardyan | 01 Februari 2019 17:19 WIB
Abdul Kadir Karding (kiri),Abdul Kadir Karding, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf. - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA — Polemik sindiran #YangGajiKamuSiapa dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara kepada salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendukung pasangan calon 02, dinilai TKN Jokowi-Ma'ruf merupakan reaksi untuk mengingatkan bawahannya.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding dalam keterangan resminya, Jumat (1/2/2019) menilai bahwa pernyataan menteri yang akrab disapa Chief Rudi tersebut merupakan reaksi psikologis agar ASN terlibat politik praktis.

"Pernyataan Pak Rudi jelas tidak bisa digeneralisir sebagai bentuk tekanan terhadap perbedaan politik. Sebaliknya, sikap itu justru alarm bagi semua pihak khususnya pejabat negara untuk senantiasa menjaga netralitas aparturnya di Pilpres 2019," jelas Karding Jumat (1/2/2019).

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan lebih lanjut bahwa sebagai pemerintah, bukan hanya Chief Rudi saja yang berkomitmen mencegah adanya sikap tidak netral.

Bahkan, Presiden Jokowi sendiri selalu menekankan pentingnya netralitas pejabat negara, ASN, dan TNI/Polri dalam Pilpres 2019.

"Sehingga usaha menggoreng pernyataan Pak Rudiantara untuk mendiskreditkan Presiden Jokowi sama sekali tidak beralasan. Pertama, karena memang sebagai pejabat negara Pak Rudi wajib mengingatkan bawahannya untuk netral," ungkap Karding.

Sebelumnya, Chief Rudi telah memberikan klarifikasi bahwa kejadian tersebut merupakan acara internal Kemkominfo untuk sosialisasi pemilu Gedung Kominfo. Menkominfo hanya ingin menegaskan bahwa ASN digaji oleh negara sehingga ASN harus mengambil posisi netral.

Pernyataan Rudi berikutnya yang berbunyi, “yang menggaji pemerintah, dan bukan keyakinan Ibu”, disebut bukan dimaksudkan untuk menunjuk pilihan ASN tersebut, melainkan merujuk kepada sikap ketidaknetralan yang disampaikan kepada publik yang mencederai rasa keadilan rakyat yang telah menggaji ASN.

Sayangnya, potongan video tersebut terlanjur viral di sosial media Twitter dengan tagar #YangGajiKamuSiapa dan dicuitkan lebih dari 14.700 akun. Rudiantara pun dilaporkan ke Bawaslu oleh Advokat Cinta Tanah Air (Acta) terkait dugaan pelanggaran kampanye.

Tag : jokowi, rudiantara, ASN
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top