Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ahok Akan Dijauhi Jokowi Karena Label Penista Agama Masih Melekat Kuat

Tim Kampanye Nasioal (TKN) Jokowi—Ma’ruf Amin tidak akan memanfaatkan Basuki Tjahaya Purnama (BTP) alias Ahok untuk mendongkrak elektabilitas, karena label Ahok sebagai penista agama masih melekat kuat.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 Januari 2019  |  17:13 WIB
Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melambaikan tangan saat tiba di rumah tahanan LP Cipinang, Jakarta, Selasa (9/5). Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutuskan menjatuhi hukuman Ahok selama dua tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 156 KUHP tentang penodaan agama. ANTARA FOTO - Ubaidillah
Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melambaikan tangan saat tiba di rumah tahanan LP Cipinang, Jakarta, Selasa (9/5). Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutuskan menjatuhi hukuman Ahok selama dua tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 156 KUHP tentang penodaan agama. ANTARA FOTO - Ubaidillah

Bisnis.com, JAKARTA—Tim Kampanye Nasioal (TKN) Jokowi—Ma’ruf Amin tidak akan memanfaatkan Basuki Tjahaya Purnama (BTP) alias Ahok untuk mendongkrak elektabilitas, karena label Ahok sebagai penista agama masih melekat kuat.

Meski bebasnya mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (BTP) alias Ahok dari penjara dinilai bisa memperkuat dukungan para pendukungnya ke pasangan capres Jokowi-Ma'ruf Amin, namun Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romarhumuziy berpendapat sebaliknya.

Romahurmiziy, yang akarab disapa Romi, menilai belum saatnya BTP masuk ke kancah politik untuk memperkuat Tim Kampanye Nasional (TKN). Dia meyakini label penista agama masih jadi senjata yang bisa digoreng siapapun untuk menyerang di masa kampanye Pilpres 2019.

Karena itulah dia menyarankan agar TKN Jokowi-Ma'ruf Amin tidak melibatkan BTP alias Ahok di Pilpres.

“Jadi ‘gorengan penista agama' itu berpotensi jadi persoalan bagi Jokowi,” ujar anggota Dewan Penasihat TKN itu, Jumat (25/1/2019).

Sebelumnya, Direktur Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai bebasnya BTP menambah kekuatan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin pada pilpres April 2019 mendatang. Alasannya, kata Karyono, para pendukun BTP, alias Ahokers pada umumnya cenderung sudah menjatuhkan pilihannya ke Jokowi.

"BTP bisa mempererat dukungan para pendukungnya ke pasangan Jokowi—Ma'ruf Amin. Tinggal sebagian kecil ahokers yang mungkin masih ragu-ragu atau mengambang. Dan sebagian kecil lagi belum memutuskan," ujar Karyono.

Bebasnya BTP, lanjut Karyono, secara psikologis juga bisa menarik Ahokers yang berpotensi golput (golongan putih), alias tidak menggunakan hak pilih.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ahok Pilpres 2019
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top