Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gempa Bumi 6,1 SR Hantam Sumbawa Pagi Ini

Gempa bumi berkekuatan 6 skala Richter (SR) menghantam sebelah selatan Kota Raba, Kabupaten Bima di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (22/1/2019) pk. 06.59 WIB.
Relawan mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan Masjid Nurul Iman yang rusak akibat gempa bumi di Pemenang, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8/2018)./Antara-Zabur Karuru
Relawan mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan Masjid Nurul Iman yang rusak akibat gempa bumi di Pemenang, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8/2018)./Antara-Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan 6,1 skala Richter (SR) menghantam sebelah selatan Kota Raba, Kabupaten Bima di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (22/1/2019) pk. 06.59 WIB.

Sejauh ini tidak ada peringatan potensi terjadi tsunami ataupun kerusakan akibat gempa tersebut yang berkedalaman 25 kilimeter dan berjarak sekitar 219 sebelah selatan Kota Raba di bagian timur Pulau Sumbawa.

Gempa Bumi 6,1 SR Hantam Sumbawa Pagi Ini

US Geological Survey (USGS) yang dipantau di Singapura pertama kali menempatkan gempa pada 6,1 SR. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik yang berbasis di Hawaii, Amerika Serikat, mengatakan di laman resminya bahwa tidak ada peringatan saat ini yang berlaku.

Indonesia merupakan wilayah yang selalu menjadi incaran gempa karena terdapat di lingkaran Cincin Api. Rangkaian gempa dan tsunami yang terjadi di sepanjang 2018 memakan korban tewas hingga lebih dari 5.000 orang, dengan yang yang terbanyak ialah gempa Palu dan Lombok, serta tsunami Selat Sunda.

Hanya di bencana tsunami Selat Sunda saja, yang terjadi pada 22 Desember 2018 malam, sedikitnya 430 orang tewas di Banten dan Lampung.

Tsunami di Palu dan Selat Sunda membawa lagi kepada kenangan buruk gempa raksasa yang diikuti tsunami taksasa pula yang menghantam Aceh dan Nias (Sumatra Utara) pada 26 Desember 2004.

Bencana sungguh dahsyat ketika itu menelan korban jiwa sekitar 226.000 orang di 14 negara dengan terbanyak di Indonesia mencapai sedikitnya 120.000 orang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper