Malaysia Usut Dugaan Tawaran Bantuan China Selamatkan 1MDB

Otoritas Malaysia mengusut dugaan tawaran bantuan yang pernah diajukan China untuk membantu menghalangi penyelidikan skandal 1MDB sebagai timbal balik atas proyek-proyek infrastruktur yang menguntungkan.
Renat Sofie Andriani | 08 Januari 2019 14:50 WIB
Seorang pejalan kali melintas di depan bilboard 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) di Kuala Lumpur (1/3/2015). - ReutersOlivia Harris

Kabar24.com, JAKARTA – Otoritas Malaysia mengusut dugaan tawaran bantuan yang pernah diajukan China untuk membantu menghalangi penyelidikan skandal 1MDB sebagai timbal balik atas proyek-proyek infrastruktur yang menguntungkan.

Isu ini mencuat setelah Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa sejumlah pemimpin senior China telah menawarkan untuk membantu menyelamatkan firma negara 1MDB yang bermasalah pada tahun 2016.

Dalam laporan yang mengutip risalah rapat terkait, WSJ mengabarkan bahwa sejumlah pejabat China pernah memberikan penawaran kepada perwakilan Malaysia.

Tawaran yang dimaksud adalah menggunakan pengaruh ekonomi terbesar kedua dunia ini untuk meminta Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain mengugurkan tuduhan terhadap mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan rampasan barang milik 1MDB.

Sebagai imbalannya, Malaysia dikatakan menawarkan bagian dalam proyek-proyek kereta api dan pipa sebagai kepentingan dari Inisiatif Sabuk dan Jalan yang diusung China (Belt and Road Initiative).

Tak hanya itu, China juga disebut menawarkan untuk menyembunyikan mikrofon mini di rumah-rumah dan kantor reporter Wall Street Journal di Hong Kong yang sedang menyelidiki kasus 1MDB.

Langkah ini dilakukan guna mengetahui siapa yang membocorkan informasi kepada mereka, menurut WSJ, mengutip risalah rapat.

WSJ melaporkan lebih lanjut bahwa kementerian luar negeri China sebelumnya telah membantah bahwa uang dalam program itu digunakan untuk membantu menyelamatkan 1MDB.

Sementara itu, pemerintah Malaysia disebut tidak tahu menahu tentang diskusi yang dijabarkan dalam laporan WSJ dan sedang memeriksakan masalah ini, menurut Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng.

“Biaya proyek-proyek yang didukung China memang diperbesar dan Malaysia akan memeriksa apakah itu karena terkait dengan 1MDB,” kata Lim di dekat Kuala Lumpur pada Selasa (8/1/2019), seperti dikutip Bloomberg.

“Tapi saya harus merujuk kembali untuk melihat apakah ada detail atau hal yang secara eksplisit dikatakan. Jika memang begitu, ini adalah sesuatu yang akan kami kejar,” tambahnya.

Skandal 1MDB menjadi skandal global yang disorot karena melibatkan klaim penggelapan dan pencucian dana. Yurisdiksi dari AS, Malaysia, dan Singapura menyelidiki kasus-kasus yang berkaitan dengan dana tersebut.

Mantan PM Najib telah didakwa dengan sejumlah tuduhan korupsi, pelanggaran kepercayaan, dan pencucian uang yang melibatkan dana terkait 1MDB. Meski demikian, Najib membantah telah melakukan kesalahan dan mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan.

Pemerintah Malaysia saat ini, yang menggulingkan Najib dari kekuasaannya dalam hasil pemilu yang mengejutkan pada Mei 2018, telah menghentikan proyek bernilai miliaran dolar yang didukung oleh China.

Proyek tersebut di antaranya proyek pipa gas Sabah yang diberikan kepada China Petroleum Pipeline Bureau dan diawasi oleh Suria Strategic Energy Resources.

Namun pada November, PM Mahathir Mohamad mengatakan bahwa ia melanjutkan pembicaraan dengan China mengenai proyek lain, yakni East Coast Rail Link yang bernilai 81 miliar ringgit (US$19,7 miliar), yang masih tak pasti setelah sebelumnya dihentikan dan kemudian dibatalkan.

China Communications Construction Co. terpilih sebagai kontraktor utama untuk proyek kereta api yang bertujuan untuk menghubungkan bagian timur Semenanjung Malaysia.

Tag : Skandal 1MDB
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top