153 Personel TNI-Polri Buru Penembak Pekerja Jembatan di Nduga, Papua

Sebanyak 153 personel gabungan TNI dan Polri ditugas melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan pekerja jembatan Kali Yigi dan Kali Auruk, di Kabupaten Nduga, Papua.
Newswire | 04 Desember 2018 17:08 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAYAPURA - Respons tegas diperlihatkan pemerintah dengan mengirim tim gabungan untuk memburu pelaku penembakan di Kabupaten Nduga, Papua.

Sebanyak 153 personel gabungan TNI dan Polri ditugaskan melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan pekerja jembatan Kali Yigi dan Kali Auruk, di Kabupaten Nduga, Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal ketika dikonfirmasi dari Kota Jayapura, Selasa (4/12/2018), mengatakan personel gabungan sebanyak itu menggunakan tiga unit kendaraan dan telah sampai di Distrik Mbua, distrik terdekat dengan lokasi peristiwa.

"Tadi pagi tim gabungan TNI dan Polri itu berangkat pada pukul 06.30 WIT dan diinformasikan bahwa telah sampai di Mbua, mereka akan berjalan darat ke lokasi peristiwa di Yigi dengan berjalan kaki, kira-kira lama perjalanannya dua jam," ungkapnya.

Di Distrik Mbua, ungkap Kamal, tim gabungan TNI dan Polri telah bertemu dengan empat orang pekerja yang berjalan kaki dan berhasil melarikan diri.

"Mereka adalah Martinus Sampe karyawan Istaka mengalami luka tembak di kaki kiri, Jefrianto juga karyawan Istaka mengalami luka tembak di pelipis kiri, Irawan karyawan Telkomsel, dan John petugas puskesmas," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan dari empat orang tersebut, pos TNI yang berada di Distrik Mbua telah hancur diserang dan satu anggota TNI meninggal dunia yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.

"Kelompok KKB saat melakukan penyerangan terhadap Pos TNI dengan dukungan masyarakat kurang lebih sebanyak 250 orang. Sementara ke empat masyarakat yang berhasil meloloskan diri tersebut sedang di evakuasi ke Wamena dan tim medis sudah menjemput di sekitar Habema," tuturnya.

Mengenai puluhan pekerja yang menjadi korban kekerasan atau penembakan, lanjut Kamal, personel gabungan TNI dan Polri sedang berupaya ke lokasi kejadian dan akan melakukan pengejaran terhadap KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Sumber : Antara

Tag : papua, penembakan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top