Ini Tips Belajar Ala Menteri & Sekjen Kemendikbud

Demi menggapai cita-cita, belajar menjadi sebuah keharusan terutama bagi para peserta didik atau murid, mahasiswa, ataupun mereka yang sudah menyelesaikan pendidikannya.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 25 November 2018 06:58 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy meninjau pelaksanaan belajar mengajar di tenda penampungan korban gempa di Palu dan Donggala, Sabtu (17/11/2018). - Istimewa/Kemendikbud

Bisnis.com, JAKARTA – Terkadang ‘belajar’ merupakan aktivitas yang dirasa membosankan dan membuat kita merasa jenuh. Namun, demi menggapai cita-cita, belajar menjadi sebuah keharusan terutama bagi para peserta didik atau murid, mahasiswa, ataupun mereka yang sudah menyelesaikan masa pendidikannya.

Iya, belajar tidak mengenal waktu, usia dan zaman. Semakin kita ingin mencapai sesuatu demi meraihnya mau tidak mau kita harus melalui proses pembelajaran baik itu dalam bidang pengetahuan tentang alam, budaya, politik, teknologi, sosial, dan sebagainya.

Oleh karena itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memberikan tips jitu belajar ala dirinya. Lelaki yang sudah bergelar Profesor ini menilai bahwa kegiatan belajar harus dimulai dari kata fokus.

“Belajar itu harus fokus, punya konsentrasi yang tinggi dan jangan terlalu banyak waktu untuk melakukan kegiatan yang bisa memecah konsentrasi belajar,” tutur Muhadjir kepada Bisnis pada Sabtu (24/11/2018).

Lelaki kelahiran Madiun, Jawa Timur, pada 29 Juli 1956 ini juga menyampaikan agar sukses dalam belajar, Anda tidak boleh bosan untuk mempelajari lagi ilmu yang sudah Anda dapatkan.

“Jangan bosan untuk selalu mengingat, mengulang, dan memikirkan secara kritis apa yang sudah dipelajari,” ucap Muhadjir.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi juga memberikan tipsnya dalam belajar. Peraih gelar doktor dari School of Management RMIT University Melbourne, Australia, ini mengatakan agar sukses dalam belajar, harus ada perencanaan belajar dengan baik sebelum memulai untuk mencari ilmu.

“Tidak bisa belajar [misalnya] satu hari sebelum evaluasi [ujian], belajar itu harus direncanakan dengan sebaik-baiknya,” tutur Didik.

Mantan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Kemendikbud ini mengatakan yang terpenting dari aktivitas belajar adalah memiliki rasa senang saat melakukannya.

“Bukan belajar sebagai kewajiban tetapi belajar sebagai kebutuhan,” ujarnya.

Tag : kemendikbud, belajar
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top