Survei Alvara Perlihatkan Pencitraan Prabowo Subianto Berlebihan

Hasil survei Alvara menunjukkan calon presiden nomor 02, Prabowo Subianto, dinilai responden tidak otentik alias tidak tampil tulus dan apa adanya atau melakukan pencitraan berlebihan.
JIBI | 07 November 2018 08:04 WIB
Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat mengunjungi Pondok Pesantren Darul Qur'an Salafiyah di Demakijo, Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018). - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil survei Alvara menunjukkan calon presiden nomor 02, Prabowo Subianto, dinilai responden tidak otentik alias tidak tampil tulus dan apa adanya atau melakukan pencitraan berlebihan.

Dari keempat tokoh dalam kontestasi Pilpres 2019, Prabowo mendapat ranking paling rendah dalam kategori authenticity dengan angka 52,9%. Bahkan pasangannya, Sandiaga Uno, lebih unggul, berada di posisi ketiga dengan angka 57,5%.

Kubu inkumben, Jokowi - Ma'ruf Amin dinilai responden Alvara sebagai tokoh yang otentik, tidak memoles banyak gincu untuk membangun citra politik. Hingga mereka berdua bertengger di dua posisi atas dalam otentisitas. Jokowi di nomor satu dengan angka 87%, dan Ma'ruf di nomor dua dengan 67,9%.

Soal lain, dalam kepraktisan atau practicality yang diartikan Alvara sebagai tokoh yang dapat menggunakan bahasa secara konkret, membumi, dan terukur, Jokowi kembali menduduki posisi pertama dengan perolehan 62,4%. Prabowo dan Sandiaga beda tipis, 45% dan 44,7%. Sedangkan Ma'ruf Amin dianggap responden tidak cukup pandai berbahasa, ia mendapat 33,7% saja.

"Joko Widodo unggul dalam authenticity dan practicality," kata CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, Selasa (6/11/2018).

Berikutnya di kategori creativity atau kreatifitas, Sandiaga Uno menjadi yang paling unggul dengan angka 62%. Sedikit di bawahnya menyusul Jokowi dengan 59,8%. Ketiga ada Prabowo dengan 50,2%, dilanjutkan oleh Ma'ruf dengan angka 34,3%.

Alvara Research Center menggelar survei nasional pada 8-22 Oktober 2018. Riset ini menggunakan multi-stage random sampling dengan melakukan wawancara terhadap 1.781 responden yang berusia 17 tahun ke atas.

Sampel diambil di seluruh 33 Provinsi di Indonesia, dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah tidak diikutkan survei karena terkendala dampak gempa bumi di Palu dan sekitarnya. Rentang margin of error sebesar 2,37 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pada kategori novelty atau memiliki ide dan gagasan baru, serta interactivity alias interaktifitas, Jokowi dan Sandiaga bersaing cukup ketat. Dalam novelty, Jokowi dan Sandiaga mendapatkan angka yang sama yakni 60,8%. Disusul Prabowo dengan 54,5%, dan Ma'ruf di 40,6%.

Lalu soal interaktifitas, Jokowi mendapat 60,3%, sedikit lebih unggul ketimbang Sandiaga 58,9%. Ma'ruf kembali mendapat posisi akhir dengan 38,6%, dan Prabowo Subianto mendapat 50%.

"Sandiaga Uno unggul di creativity. Keduanya (Jokowi dan Sandiaga) bersaing ketat dalam indikator novelty dan interactivity," kata Hasanuddin.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prabowo subianto, Pilpres 2019

Sumber : Tempo
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top