Insiden Pembakaran Bendera, Ketua ICMI Apresiasi Langkah Wapres JK Tenangkan Umat Islam

Ketua Umum Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah, khususnya Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam menenangkan kondisi internal umat Islam pascapembakaran bendera tauhid di Garut, Jawa Barat.
Lingga Sukatma Wiangga | 31 Oktober 2018 14:10 WIB
Ribuan umat Islam Soloraya berdemo mengecam pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid di depan Mapolresta Surakarta, Selasa (23/10/2018). - JIBI/Nicolous Irawan

Kabar24.com, JAKARTA — Ketua Umum Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah, khususnya Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam menenangkan kondisi internal umat Islam pascapembakaran bendera tauhid di Garut, Jawa Barat.

"Kami memberi apresiasi peran Pak Wapres untuk menenangkan internal umat Islam ini apa lagi sesudah pembakaran bendera tauhid. Itu memanaskan keadaan dan cepat sekali Pak JK meredakan," katanya seusai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Rabu (31/10/2018).

ICMI menilai tokoh muslim nasionalis senior seperti Jusuf Kalla atau JK memiliki kemampuan dan pengalaman untuk meredam situasi panas dan menenangkan umat Islam.

"Memang kita butuh tokoh seperti Pak JK ini," ujarnya.

Sebelumnya Jusuf Kalla atau JK mengundang sejumlah pimpinan ormas Islam untuk meredam efek negatif dari peristiwa pembakaran bendera berkalimat tauhid.

Dengan pertemuan tersebut, Jusuf Kalla atau JK berharap agar kasus tersebut tidak menjadi 'bola liar'. Terlebih, keamanan dan kondusifitas dalam negeri perlu dijaga pada tahun politik.

Pertemuan itu pun menghasilkan sejumlah poin kesepakatan bersama antar ormas Islam.

Tag : jusuf kalla, islam, bendera
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top