Korupsi Meikarta Dituding untuk Dana Kampanye, Timses Jokowi: Ini Fitnah yang Kejam!

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin menampik dan menyebut tudingan bahwa korupsi Meikarta  untuk dana kampanye sebagai fitnah yang kejam.
Muhammad Ridwan | 24 Oktober 2018 20:55 WIB
Eriko Sotarduga: Tuduhan tersebut tidak ada kaitannya - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin menampik dan menyebut tudingan bahwa korupsi Meikarta  untuk dana kampanye sebagai fitnah yang kejam.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni meminta Ferry Juliantono yang menjabat sebagai juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi menunjukkan data yang valid terkait tuduhan tersebut. “Ini fitnah kejam,” ujar Toni, sapaan Raja Juli Antoni.

“Selain itu, bila dia tidak mengklarifikasi dan minta maaf atas tuduhan itu, kami sedang memepertimbangkan membawa kasus ini ke ranah hukum,” ujarnya di Rumah Cemara 19, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Meski begitu, Toni mengaku pihaknya lebih memilih menyelesaikan tudingan tersebut secara kekeluargaan.

Senada dengan Toni, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Eriko Sotarduga mengatakan bahwa tuduhan tersebut tidak ada kaitannya.

Ia juga menyerahkan sepenuhnya kasus korupsi Meikarta pada proses hukum yang sedang berjalan sejauh ini.

“Saya sendiri bilang tidak mengerti bagaimana mengambil kesimpulan sementara proses hukumnya masih berjalan kan, baru memanggil saksi-saksi, mungkin Mas Ferry bisa dapat itu seperti apa, kan begitu,” ucapnya.

“Kalau tidak ada bukti dan data itu kan kampanye negatif dan kalau tidak ada lagi data bisa jadi hoax, bisa menjadi black campaign,” sambungnya.

Sementara itu, Bendahara TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Sakti Wahyu Trenggono menegaskan tudingan tersebut tidak benar.

Ia menyebut setiap dana yang masuk ke dalam rekening TKN Jokowi selalu ditampilkan ke masyarakat secara transparan.

“Tidak ada, kita pastikan tidak ada, karena kita selalu detail melihat siapa saja yang menyumbang, itu diaudit juga oleh auditor independen,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (24/10/2018).

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top