Pengamat: Tak Mudah Raih Suara Santri di Pemilu

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyatakan tidak mudah bagi para politisi untuk memengaruhi para santri untuk menigkatkan elektabilitas mereka dalam pemilu karena para pimpinan pesantren sangat lihai dalam menghadapi situasi politik.
John Andhi Oktaveri | 22 Oktober 2018 13:14 WIB
Santri mendapatkan pelayan petugas dalam Bank Wakaf Mikro Al Fithrah Wava Mandiri di Pondok Pesantren As Salafi Al Fithrah, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/3/2018). - ANTARA/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyatakan tidak mudah bagi para politisi untuk memengaruhi para santri untuk menigkatkan elektabilitas mereka dalam pemilu karena para pimpinan pesantren sangat lihai dalam menghadapi situasi politik.

Menurutnya, para politisi harus memutar otak dan lebih lensitif karena para kiyai juga sudah sangat berpangalaman dalam menghadapi situasi politik. Pasalnya, para politisi menempatkan mereka dalam pusaran perebutan dukungan.

"Sambutan dan keramahtamahan para kiyai dan santri ketika datang untuk berkunjung ke pesantren bukan lah berarti mereka telah memberikan dukungan politik gratis," katanya, Senin (22/10/2018).

Selain itu, Pangi menilai terkait fragmentasi kiyai dan pesantren, sebaran dan jumlah pesantren di seluruh Indonesia terutama di pulau Jawa menjadikan para kiai bersifat lebih otonom dalam membina dan mengurus pesantrennya masing-masing, bahkan sampai urusan politik.

Menurut dia, tidak ada alur komando dan intruksi yang membuat para kiyai hanya mengikuti arus dukungan terhadap kandidat tetentu bahkan yang tergabung dalam satu organisasi sakali pun.

"Situasi ini tentu membuka ruang kepada masing-masing kubu pendukung capres-cawapres untuk melakukan pendekatan yang lebih intensif karena peluang untuk mendapatkan dukungan dari kalangan santri masih terbuka lebar," katanya.

 Pangi menilai suara santri dan kiyai seringkali hanya dijadikan sebagai komoditas politik semata dan dimanfaatkan serta dipakai hanya untuk kepentingan kendaraan politik semata.

Dia mengakui memang jumlah santri secara proporsi sangat besar sehingga akan mempengaruhi peta politik nasional. Dengan jumlah proporsi yang besar itu, sangat wajar ketika momentum Pemilu, suara santri diperebutkan para kontestan.

"Dalam setiap hajatan pemilu suara kalangan santri selalu menjadi rebutan, mulai dari kontestasi tingkat lokal sampai pada level nasional. Wajar karena ceruk segmen suara santri ini cukup besar dan bisa mendongkrak elektabilitas," kata.

Dia menilai para politisi pun sangat paham akan keberadaan kaum santri yang secara proporsi sangat besar dan akan sangat mempengaruhi peta politik.

Karena itu, menurut dia, sangat wajar dukungan dari segmen ini memberi kontribusi yang sangat besar dan nyata terhadap tingkat keterpilihan dalam setiap hajatan konstestasi elektoral.

Akan tetapi untuk mendapatkan dukungan politik dari kalangan santri, para politisi harus melakukan pendekatan yang intens pada para kiyai sebagai pemegang otoritas di wilayah pesantren.

Tag : Hari Santri, Pilpres 2019, pileg 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top