Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyebab Khashoggi Meninggal di Konsulat. Trump: Pernyataan Saudi Bisa Dipercaya

Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa Jamal Khashoggi meninggal di dalam konsulatnya di Instanbul.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 20 Oktober 2018  |  15:17 WIB
Penyebab Khashoggi Meninggal di Konsulat. Trump: Pernyataan Saudi Bisa Dipercaya
Jamal Khashoggi - reuters
Bagikan

Bisnis.com, DUBAI / GLENDALE/WASHINGTON – Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa Jamal Khashoggi meninggal di dalam konsulatnya di Instanbul.

Disebutkan kematian Khashoggi diawali perkelahian di dalam konsulat. Buntutnya, Saudi telah memecat dua pejabat senior negeri itu.

Mengomentari pengakuan Saudi, Presiden Donald Trump menyatakan apa yang dikatan Pemerintah Saudi dapat dipercaya. Namun, anggota parlemen AS menemukan hal yang sulit untuk dipercaya.

Pengakuan Arab Saudi bahwa Jamal Khashoggi meninggal di konsulat terjadi setelah dua minggu penyangkalan.

Pengakuan tersebut tidak terlepas dari komunikasi AS dengan Saudi serta Turki. Hal itu ditambah tekanan yang terus meningkat dari pihak Barat yang menuntut penjelasan atas apa yang sesungguhnya terjadi.

Hilangnya Khashoggi memicu kecaman global dan mendorong beberapa anggota parlemen AS menyerukan tindakan keras terhadap Riyadh.

Media pemerintah Saudi mengatakan Raja Salman telah memerintahkan pemecatan dua pejabat senior: Saud al-Qahtani, penasihat istana yang dianggap sebagai tangan kanan untuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan wakil kepala intelijen Ahmed Asiri.

Arab Saudi tidak memberikan bukti yang mendukung laporannya soal perkelahian yang menyebabkan kematian Khashoggi. Sejauh ini tidak diketahui pasti apakah Barat puas dengan penggambaran peristiwa versi Saudi.

"Saya pikir ini langkah pertama yang baik, itu langkah besar. Banyak orang, banyak orang yang terlibat, dan saya pikir itu langkah pertama yang bagus," ujar Trump kepada wartawan di Arizona, AS.

Seperti diketahui, Trump menjadikan Arab Saudi sebagai fokus perhatiannya kebijakan luar negerinya.

"Arab Saudi telah menjadi sekutu penting. Apa yang terjadi tidak dapat diterima," katanya, seraya menambahkan dia akan berbicara dengan putra mahkota.

Trump juga menekankan pentingnya Riyadh dalam melawan rival regional Iran dan pentingnya penjualan senjata AS secara besar-besaran ke Arab Saudi.

Namun beberapa anggota parlemen AS tidak serta merta percaya dengan pernyataan Riyadh.

Senator AS dari Partai Republik, Lindsey Graham,  adalah sekutu Trump yang sangat kritis terhadap Arab Saudi atas insiden itu.

Trump mengatakan dia akan bekerja dengan Kongres untuk langkah selanjutnya, tetapi "Saya lebih suka bahwa kami tidak menggunakan pembatalan pemasukan senilai 110 miliar dolar sebagai kehilangan 600.000 pekerjaan ... kami membutuhkannya sebagai penyeimbang bagi Iran."

Kasus Khashoggi, pengkritik putra mahkota yang tinggal di Amerika Serikat dan menjadi kolumnis Washington Post, telah menyebabkan tekanan Barat atas Arab Saudi.

Dia hilang setelah memasuki konsulat pada 2 Oktober untuk mendapatkan dokumen pernikahannya yang akan datang. Beberapa hari kemudian, para pejabat Turki mengatakan mereka yakin dia tewas di gedung itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi Donald Trump Jamal Khashoggi

Sumber : Reuters

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top