Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus PLTU Riau-1: Direktur PT Samantaka Ungkap Ide Proyek di Persidangan Kotjo

Direktur PT Samantaka Batubara Rudi Herlambang mengungkapkan bahwa ide proyek PLTU Riau-1 muncul karena faktor ekonomis.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 18 Oktober 2018  |  14:19 WIB
Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (rompi jingga) usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin (10 - 9). Kotjo merupakan tersangka suap kesepakatan kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau/1.(Antara/Benardy Ferdiansyah
Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (rompi jingga) usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin (10 - 9). Kotjo merupakan tersangka suap kesepakatan kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau/1.(Antara/Benardy Ferdiansyah

Bisnis.com, JAKARTA -- Direktur PT Samantaka Batubara Rudi Herlambang mengungkapkan bahwa ide proyek PLTU Riau-1 muncul karena faktor ekonomis.

Hal itu disampaikan Rudi Herlambang pada persidangan terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham BlackGold Natural Resources Ltd.

Pemenuhan kebutuhan listrik di Riau, 2015-2019, ujarnya, adalah 1.400 megawatt untuk Riau daratan dan Kepulauan Riau.

"Harus ada pembangkit di sini (Riau), kalau kita buat pembangkit di luar Riau enggak ekonomis, biaya produksi lebih tinggi dari harga jual," ujarnya saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

Johannes Kotjo menerima dua dakwaan terkait perannya sebagai pihak pemberi dalam kasus dugaan suap kerja sama proyek PLTU Riau-1.

Selain Kotjo, masih ada dua tersangka dalam kasus ini yakni Eni Maulani Saragih dari Komisi VII DPR RI dan Idrus Marham, mantan Menteri Sosial RI yang selama ini diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar.

Eni Maulani Saragih telah mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC), begitu juga dengan pemegang saham BlackGold Natural Resources Ltd., Johannes Budisutrisno Kotjo.

KPK menyatakan akan mencermati kembali hal tersebut di persidangan terkait dengan keseriusan tersangka.

"Karena syarat penting dapat dikabulkan sebagai JC adalah mengakui perbuatan, membuka peran pihak lain seterang-terangnya. Konsistensi dan sikap kooperatif di sidang juga menjadi perhatian KPK," ujar Febri terkait dengan pengajuan JC tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi tipikor PLTU Riau
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top