Wartawan Jamal Khashoggi Hilang, Pasukan Khusus dan Intelijen Arab Diduga Terlibat

Pasukan khusus Arab Saudi, pejabat intelijen, garda nasional dan ahli forensik diduga masuk dalam 15 orang anggota tim yang terkait dengan penghilangan wartawan Jamal Khashoggi di Istambul Turki, menurut laporan koran pro pemerintah Turki.
John Andhi Oktaveri | 11 Oktober 2018 13:16 WIB
Editor Opini Internasional pada Washington Post Karen Attiah menangis saat diwawancara Rabu (10/10/2018) tentang hilangnya rekan kerjanya wartawan Arab Saudi bernama Jamal Khashoggi. Dia hilang pada 2 Oktober di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pasukan khusus Arab Saudi, pejabat intelijen, garda nasional dan ahli forensik diduga masuk dalam 15 orang anggota tim yang terkait dengan penghilangan wartawan Jamal Khashoggi di Istambul Turki, menurut laporan koran pro pemerintah Turki.

Rincian dari anggota tim yang diduga melakukan serangan itu terdaftar di manifes penerbangan yang bocor ke media Turki. Profil media sosial dari beberapa tersangka diduga menghubungkan mereka dengan bagian elit aparat keamanan Saudi.

Sementara itu, para penyelidik mengubah fokus mereka ke garasi bawah tanah rumah Konsul Jenderal Arab Saudi, tempat mobil-mobil yang diduga membawa wartawan asal Arab Saudi itu diyakini bergerak meninggalkan lokasi konsulat.

Penyidik juga mengungkapkan kemarin waktu setempat bahwa mereka fokus pada jam Apple yang dikenakan Khashoggi. Jam itu terhubung ke iPhone yang dititipkannya kepada tunangannya di luar konsulat. 

"Kami telah memutuskan bahwa jam ada padanya ketika dia masuk ke konsulat," kata seorang pejabat keamanan sebagaimana dikutip Theguardian.com, Kamis (11/10/2018).

Penyelidik kemudian mencari tahu informasi apa yang ditransmisikan oleh jam tangan itu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa AS "menuntut" jawaban dari Pemerintah Arab Saudi dan bekerja sama dengan Turki untuk mencari tahu apa yang terjadi pada orang yang hilang itu.

"Ini adalah situasi yang sangat serius bagi kami dan untuk Gedung Putihi," katanya kepada wartawan.

“Dia mengaku ingin melihat apa yang terjadi dan bekerja sangat erat dengan Turki sehingga sampai ke pokok persoalan."

Presiden AS juga mengatakan bahwa dia telah mengundang tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, ke Gedung Putih. Dugaan keterlibatan seorang ahli forensik menambah beban kecurigaan atas kasus tersebut.

Manifes penumpang, diperoleh oleh surat kabar Harian Sabah pro-pemerintah, juga mencantumkan seorang perwira intelijen senior dan dua perwira angkatan udara Saudi.

Tim Saudi dikatakan telah tiba di bandara Atatürk pada hari Selasa pekan lalu menggunakan dua pesawat, salah satunya mendarat pada jam-jam sebelum fajar dan yang kedua pada sore hari.

 

Tag : arab saudi, wartawan dibunuh, Jamal Khashoggi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top