FAKE or FACT: BNPB Usir Relawan BPBD Palu? Ini Penjelasan Sutopo Purwo Nugroho

Penanggulangan dampak bencana Palu diwarnai isu pengusiran oleh BNPB terhadap relawan BPBD Palu. Terkait kabar tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bantahannya.
Newswire | 10 Oktober 2018 09:33 WIB
Ilustrasi: Sejumlah pasien mendapat perawatan di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Undata, Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). Perawatan di luar gedung rumah sakit tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gempa susulan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Penanggulangan dampak bencana Palu diwarnai isu pengusiran oleh BNPB terhadap relawan BPBD Palu.

Terkait kabar tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bantahannya.

BNPB mengatakan tidak ada pengusiran tenda-tenda relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di halaman Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu seperti yang beredar di media sosial.

"Saya telah mengkonfirmasi hal itu kepada beberapa pihak. Ternyata bukan diusir tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi, dan halaman kantor Bappeda akan dibersihkan dan digunakan untuk apel Aparatur Sipil Negara," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang diterima Antara, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Sejumlah relawan mendirikan tenda di halaman Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, di antaranya relawan dari BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan berada di bagian belakang kantor Bappeda dan mendirikan dapur umum.

Sedangkan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Bolsel dan BPBD Bitung mendirikan tenda di halaman depan Kantor Bappeda dan membantu penanganan bencana sejak 1 Oktober 2018.

Sutopo menuturkan memang kondisi keamanan dan ketertiban pascagempa di sebagian Kota Palu terganggu, apalagi hingga 30 September 2018 kondisi keamanan dan lingkungan di Kota Palu agak rawan.

Namun, aparat Kepolisian telah menangkap beberapa pencuri yang melakukan tindakan kriminal.

Menurut Sutopo, keberadaan relawan juga berkontribusi untuk ikut menjaga lingkungan kantor Bappeda dari aksi oknum yang melakukan tindakan kriminal.

Menurut informasi dari BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, telah terjadi kehilangan barang milik Bappeda. Itu terjadi karena kondisi kantor memang kosong pascagempa dan para pegawai tidak masuk kantor.

Kepala Bappeda setempat telah melaporkan dan menjelaskan kehilangan aset kantor itu ke gubernur setempat, dan diambil keputusan untuk mengosongkan halaman Kantor Bappeda.

Untuk itu, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah mengajak relawan-relawan dari BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan Bolsel untuk menempati halaman kantor BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.

Selain itu, kantor Bappeda akan dibersihkan dan dirapikan lagi, karena ASN Bappeda sudah kembali aktif bekerja dan harus apel di halaman kantor.

Sutopo menuturkan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola juga telah memastikan tidak ada pengusiran terhadap relawan BPBD dari berbagai daerah, tapi adanya relokasi.

"Yang benar adalah meminta Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengatur dan merelokasi semua relawan-relawan BPBD yang ada di kantor Bappeda agar direlokasi ke kantor BPBD Provinsi Sulteng karena kantor Bappeda akan dipakai para ASN yang sudah mulai aktif sejak 8 Oktober 2018," ujar Sutopo.

Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan terima kasih atas dukungan, bantuan dan peran aktif relawan BPBD se-Indonesia dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di Palu dan daerah lain yang terdampak bencana.

"Jadi tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya miss communication dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana," tegas Sutopo.

Sumber : Antara

Tag : bnpb, Donggala, Gempa Palu
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top