Nasib Jurnalis Arab Saudi Tak Pasti, Trump: Saya Tak Suka Mendengarnya

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan keprihatinannya tentang nasib Jamal Khashoggi, seorang jurnalis asal Arab Saudi yang dikabarkan hilang setelah memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.
Renat Sofie Andriani | 09 Oktober 2018 10:04 WIB
Presiden AS Donald Trump duduk di kursi yang disediakan untuk kepala negara sebelum menyampaikan pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB k3-73 di kantor pusat AS di New York, AS, 25 September 2018. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan keprihatinannya tentang nasib Jamal Khashoggi, seorang jurnalis asal Arab Saudi yang dikabarkan hilang setelah memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

“Saya prihatin tentang hal itu,” ujar Trump kepada wartawan di halaman Gedung Putih, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (9/10/2018). “Saya tidak suka mendengar hal itu.”

“Semoga masalah itu dapat ditangani. Saat ini, tidak ada yang tahu tentang itu. Tetapi ada beberapa kabar buruk yang terdengar, saya tidak menyukainya.”

Seorang pejabat Turki, yang tak bersedia diidentifikasi dan berbicara tanpa memberikan bukti, mengatakan Khashoggi dibunuh di dalam gedung konsulat. Klaim ini telah ditolak tegas oleh pemerintah Saudi.

Trump sendiri diketahui telah berusaha mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan Arab Saudi, sekutu penting AS di Timur Tengah.

Trump hampir selalu menolak mengritik keluarga kerajaan Saudi, meskipun dalam beberapa bulan terakhir mengatakan bahwa Arab Saudi harus menghasilkan lebih banyak minyak untuk menurunkan harga internasional serta menyumbang lebih banyak sumber daya untuk membantu menstabilkan Suriah.

Sejumlah anggota parlemen AS memperingatkan bahwa Arab Saudi dapat menghadapi konsekuensi ekonomi apabila terbukti membunuh Khashoggi, yang juga telah menjadi kontributor di Washington Post.

Ketua DPR AS Paul Ryan mengatakan perlu adanya transparansi dan akuntabilitas atas nasib Khashoggi. Ia menyebutkan kabar tentang kematiannya "sangat mengganggu dan sangat mengerikan."

Senator Partai Republik Lindsey Graham dari South Carolina menekankan pentingnya bagi pemerintah Saudi untuk memberikan respons yang jelas tentang apa yang terjadi pada Khashoggi.

"Jika ada kebenaran atas tudingan melakukan kesalahan oleh pemerintah Saudi, itu akan menghancurkan hubungan AS-Saudi dan akan ada harga yang harus dibayar, secara ekonomi dan sebaliknya,” tulis Graham di Twitter.

Dalam wawancara kepada Bloomberg News pekan lalu, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, mengatakan bahwa Khashoggi telah meninggalkan gedung konsulat tak lama setelah memasukinya. Ia bahkan mengatakan siap membiarkan Turki menelusuri gedung itu.

Khashoggi diketahui memasuki konsulat Saudi di Istanbul pekan lalu untuk memroses dokumen pernikahannya yang akan datang. Ia adalah seorang mantan editor surat kabar di Arab Saudi, yang memiliki banyak kritik terhadap pemerintahan Arab Saudi dan telah meninggalkan negara itu tahun lalu.

Ia pernah mengatakan khawatir menerima ganjaran karena kritikannya terhadap kebijakan Saudi dalam perang Yaman dan tindak keras pemerintah tersebut terhadap perbedaan pendapat.

Oleh sejumlah pejabat Saudi, Khashoggi disebut keluar dari konsulat tak lama setelah memasukinya. Namun tunangannya, yang menunggunya di luar konsulat, mengatakan yang sebaliknya, bahwa Khashoggi tidak pernah keluar dari gedung itu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menegaskan memberi perhatian besar atas kasus ini. “Pintu masuk dan keluar ke kedutaan, transit bandara dan semua rekaman kamera sedang diperiksa dan dipantau. Kami ingin segera mendapatkan hasil,” kata Erdogan.

Tag : Donald Trump
Editor : Renat Sofie Andriani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top