Jurnalis Arab Saudi Diisukan Dibunuh di Turki, Erdogan Bersuara

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memantau kasus hilangnya jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, setelah ia diisukan telah dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul.
Renat Sofie Andriani | 08 Oktober 2018 07:35 WIB

Kabar24.com, JAKARTA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan memantau kasus hilangnya jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, setelah ia diisukan telah dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul.

Kepada awak media, Erdogan mengatakan bahwa pihak berwenang sedang memeriksa rekaman kamera dan video di bandara sebagai bagian dari penyelidikan mereka atas hilangnya Khashoggi.

Khashoggi, seorang mantan editor surat kabar di Arab Saudi, memiliki banyak kritik terhadap pemerintahan Arab Saudi dan telah meninggalkan negara itu tahun lalu.

Ia pernah mengatakan khawatir menerima ganjaran karena kritiknya terhadap kebijakan Saudi dalam perang Yaman dan tindak keras pemerintah tersebut terhadap perbedaan pendapat.

Khashoggi diketahui memasuki konsulat Saudi di Istanbul pekan lalu untuk memroses dokumen pernikahannya yang akan datang. Oleh sejumlah pejabat Saudi, Khashoggi disebut keluar dari konsulat tak lama kemudian.

Namun tunangannya, yang menunggunya di luar konsulat, mengatakan yang sebaliknya, bahwa Khashoggi tidak pernah keluar dari gedung itu.

Kepada Reuters, dua pejabat Turki mengatakan keyakinan mereka bahwa Khashoggi sengaja dibunuh di dalam gedung konsulat. Pandangan serupa juga disampaikan oleh salah satu penasihat Erdogan, Yasin Aktay, yang juga adalah teman Khashoggi.

“Saya rasa dia telah dibunuh ... di dalam konsulat,” ujar Aktay, seperti dikutip Reuters.

Erdogan sendiri hanya menyatakan memantau perkembangan isu ini tanpa menyampaikan pendapatnya atas apa yang mungkin terjadi pada Khashoggi.

“Pintu masuk dan keluar kedutaan, transit bandara dan semua rekaman kamera sedang diperiksa dan dipantau. Kami ingin segera mendapatkan hasil,” kata Erdogan tanpa penjelasan lebih lanjut. "Harapan saya masih positif.”

Seorang sumber terkait di konsulat Saudi membantah pendapat bahwa Khashoggi telah dibunuh dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tuduhan itu tidak berdasar. Pihak konsulat juga menyanggah Khashoggi telah diculik.

Sumber dari pihak keamanan Turki mengatakan kepada Reuters bahwa sekelompok 15 warga negara Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan memasuki konsulat pada hari yang sama Khashoggi ada di sana. Mereka kemudian disebut telah meninggalkan  Turki.

Sumber yang sama mengungkapkan bahwa pihak otoritas Turki sedang berusaha mengidentifikasi mereka. Kantor berita Anadolu di Turki juga melaporkan kehadiran sekelompok warga Saudi secara singkat di konsulat tersebut.

Sementara itu, dalam akun Twitternya, tunangan Khashoggi menyakini ia tidak dibunuh. “Jamal tidak dibunuh dan saya tidak percaya dia dibunuh,” tulis Hatice Cengiz.

Tag : Recep Tayyip Erdogan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top