Tolak Pencitraan, Prabowo Abaikan Saran agar tak Bicara Keras

Calon presiden Prabowo Subianto mengaku diminta oleh seseorang agar tidak terlalu kritis. Akan tetapi hal itu ditolaknya. Hal ini karena tidak termasuk dengan kebiasaannya.
Jaffry Prabu Prakoso | 08 Oktober 2018 16:05 WIB
Rizal Ramli (kedua dari kiri) dan Prabowo Subianto (ketiga dari kiri) memberikan pernyataan soal perekonomian Indonesia di Kertanegara, Jakarta, Jumat (5/10/2018). - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA — Calon presiden Prabowo Subianto mengaku diminta oleh seseorang agar tidak terlalu kritis. Akan tetapi hal itu ditolaknya. Hal ini karena tidak termasuk dengan kebiasaannya.

Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa calon presiden (capres) nomor urut 02 ini tidak akan mau melakukan sesuatu yang tidak biasa dia lakukan.

“Misal Anda minta beliau naik motor supaya terkesan milenial, atau pakai sepatu sport dengan kesan milenial, dia tidak akan mau,” katanya saat dihubungi Bisnis.com melalui pesan instan, Senin (8/10/2018).

Prabowo jelas Dahnih hanya ingin tampil autentik sesuai apa adanya. Jadi, tidak mungkin dia mau menjadi orang lain yang cenderung membohongi publik.

Begitu pula dengan cara Prabowo berpidato, dia akan menyampaikan apa adanya sesuai data yang didapat.

“Prabowo selalu ingin menjadi Real Prabowo, tanpa pencitraan yang cenderung membohongi,” ungkap Dahnil.

Pernyataan soal Prabowo ini ramai diperbincangkan publik karena masih belum diketahui siapa orang yang memintanya untuk bicara tidak terlalu keras dan menyinggung pemerintah.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top