Kekerasan Seksual Dorong Mukwege dan Nadia Murad Raih Nobel Perdamaian 2018

Keduanya dinilai berkontribusi dalam memerangi kekerasan seksual dalam perang dan konflik bersenjata.
Iim Fathimah Timorria | 05 Oktober 2018 18:47 WIB
Nadia Murad (kiri) dan Denis Mukwebe dinilai berkontribusi memerangi kekerasan seksual dalam peperangan./Reuters-Lucas Jackson - Vincent Kessler

Bisnis.com, OSLO—Komite Nobel Norwegia memilih Denis Mukwege dan Nadia Murad sebagai penerima penghargaan Nobel Perdamaian 2018.

Penghargaan untuk keduanya diumumkan Ketua Komite Nobel Norwegia Berit-Reiss Andersen, di Oslo, Norwegia, Jumat (5/10/2018).

Keduanya dinilai berkontribusi dalam memerangi kekerasan seksual dalam perang dan konflik bersenjata.

“Mereka [para penerima penghargaan] telah memberikan kontribusi yang krusial dalam memerangi kejahatan perang,” tulis Komite Nobel Norwegia dalam siaran resmi.

Mukwege adalah dokter berkebangsaan Kongo yang membantu para korban kekerasan seksual di negaranya.

Berikut video Denis Mukwege yang dipublikasikan UN Human Rights

Ia memimpin Rumah Sakit Panzi di Kota Bukavu yang berdiri sejak 1999.

Setiap tahun, Mukwege dan stafnya menerima ribuan wanita korban kekerasan yang membutuhkan operasi.

Peraih Nobel Perdamaian lainnya, Nadia Murad, adalah advokat kelompok minoritas Yazidi di Irak, Kelompok Yazidi menjadi korban kejahatan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Murad juga dikenal sebagai penyintas kekerasan seksual kala menjadi sandera ISIS.

Berikut pernyataan Nadia Murad saat berpidato pada acara Trust Women 2016, dipublikasikan Thompson Reuters:

Penghargaan Nobel Perdamaian akan diserahkan kepada Mukwege dan Murad pada 10 Desember 2018.

Tanggal 10 Desember merupakan hari peringatan kematian Alfred Nobel, pengagas penghargaan ini.

Tag : kekerasan seksual, hadiah nobel, ISIS
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top