Dokter Siap Disebar, IGD Rumah Sakit Sis Aljufri Sudah Berfungsi

Tenaga kesehatan yang datang ke daerah bencana di Palu cukup banyak. Mereka tinggal dikirimkan ke wilayah-wilayah terdampak di Palu, Donggala, dan Sigi.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 05 Oktober 2018 10:21 WIB
Warga korban luka-luka gempa bumi Palu dan Donggala menunggu untuk dievakuasi ke Makassar di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10). Korban luka-luka tersebut dievakuasi ke Makassar menggunakan pesawat Hercules untuk mendapatkan perawatan. - Antara/Abriawan Abhe

Bisnis.com, JAKARTA - Harapan korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah untuk mendapat layanan kesehatan semakin terbuka. Tenaga kesehatan yang datang ke daerah bencana di Palu cukup banyak. Mereka tinggal dikirimkan ke wilayah-wilayah terdampak di Palu, Donggala, dan Sigi.

Selain itu, instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Sis Aljufri, Palu telah difungsikan, sejak Rabu, (3/10).

Malam harinya dokter yang bertugas di RS tersebut telah melakukan operasi terhadap 6 pasien penderita patah tulang.

“IGD ini baru bisa difungsikan kemarin. Semalam kami sudah operasi 6 pasien patah tulang, hari ini mungkin akan lebih banyak lagi berdatangan,” kata dr. Yogi Prabowo, Ketua Tim Medis RSCM di Palu, dikutip dari keterangan resmi Kementerian Kesehatan, Kamis (4/10/2018) malam.

Relawan dokter yang bertugas di RS Sis Aljufri sementara ini ada 13 dokter dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Mereka terdiri atas dokter spesialis orthopaedi, spesialis anestesi, spesialis penyakit dalam, dokter emergency dan perawat.

Ada juga dokter umum dan perawat dari rumah sakit Sis Aljufri.

Yogi menambahkan bahwa tenaga kesehatan yang datang ke daerah bencana di Palu cukup banyak dan tinggal dikirimkan ke wilayah-wilayah terdampak di Palu, Donggala, dan Sigi.

“Memang [pengiriman dokter ke wilayah terdampak] sedang diatur, dan sedikit demi sedikit sudah ada dokter yang disebar ke pelosok pengungsian, ada juga ke rumah sakit lain,” kata Yogi.

Sebelumnya, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, dr. Achmad Yurianto mengatakan stok obat dijamin mencukupi. SOP pasokan obat termasuk logistik lainnya dikatakan Yurianto harus cukup untuk setiap satu minggu selanjutnya.

Tag : kesehatan, Donggala, Gempa Palu
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top