Soal Ratna Sarumpaet, Tim Kampanye Jokowi Sarankan Prabowo Minta Maaf ke Publik

Sekretaris Tim Kampanye Jokowi- Ma’ruf, Hasto Kristiyanto mengaskan bahwa Ratna Sarumpaet tidak cukup meminta maaf ke Prabowo Subianto dan Amien Rais. Disarankan capres Prabowo Subianto juga meminta maaf ke publik.
Nancy Junita | 03 Oktober 2018 17:25 WIB
Calon Presiden Prabowo Subianto menunjukan dua jari seusai mengikuti pengundian dan penetapan nomor urut di gedung KPU, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Jokowi- Ma’ruf, Hasto Kristiyanto mengaskan bahwa Ratna Sarumpaet tidak cukup meminta maaf ke Prabowo Subianto dan Amien Rais. Disarankan capres Prabowo Subianto juga meminta maaf ke publik.

Hal itu ditegaskan Hasto lewat keterangan tertulisnya, Rabu (3/10/2018), menyikapi berita bohong bahwa Ratna Sarumpaet mengalami penganiyaan di Bandung pada 21 September 2018.

“Kebohongan publik yang dilakukan telah menganggu konsentrasi bangsa yang sedang berduka akibat gempa. Terlebih dengan konferensi pers Pak Prabowo yang secara langsung atau tidak langsung telah menuduh Pemerintahan Pak Jokowi dengan kata-kata pengecut, melakukan kekerasaan, bahkan penganiayaan terhadap ibu-ibu berusia 70 tahun yang memerjuangkan demokrasi dan keadilan. Pak Prabowo juga menuduh telah terjadi pelanggaran HAM,” ujar Hasto lewat keterangan tertulisnya, Rabu (3/10/2018).

“Beliau juga melakukan manipulasi psikologis, bahkan suatu kudeta rasa. Rasa kemanusiaan yang seharusnya untuk korban bencana alam, dikudeta menjadi rasa iba ke Ratna Sarumpaet dan tim kampanye Prabowo-Sandi dengan maksud menuduh Pak Jokowi, lalu berharap mendapat dukungan elektoral berupa simpati. Konfrensi pers Pak Prabowo atas rekayasa penganiayaan tersebut sangatlah berbahaya.”

Oleh karena itu, Hasto menyebut berita hoaks Ratna Sarumpaet sudah menyentuh aspek yang fundamental: memperdagangkan kemanusiaan untuk elektoral.

“Karena itulah Pak Prabowo sebaiknya meminta maaf ke publik.”

Dikatakan, Tim Kampanye Jokowi-Kyai Ma’ruf tidak terpancing dan tidak tergoda untuk membalas ‘proyek emosi jiwa’ yang dilakukan Tim Kampanye Prabowo-Sandi tersebut.

“Pak Jokowi bagus. Tetap tenang bekerja menolong rakyat, meski diserang berbagai fitnah secara frontal oleh Tim Prabowo-Sandi, dan diserang secara langsung melalui konfrensi pers Pak Prabowo. Dunia pun mau dibuat terbalik.Pak Jokowi tidak pernah melanggar HAM dituduh melanggar HAM. Inilah cermin politik yang tidak berkeadaban dan meninggalkan tradisi nilai-nilai luhur bangsa,” ujarnya.

Hasto menyerahkan kasus penipuan tersebut pada proses hukum.

“Apa yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet, Rachel Maryam, Fadli Zon, Dahnil Anzar Simanjuntak, Nanik S Deyang, Andre Rosiade, Fahira Idris dan lain-lain, bahkan pernyataan Pak Prabowo telah menyentuh delik penipuan. Namun. biarlah proses hukum yang bicara.”

Hasto menambahkan seluruh tim kampanye Pak Jokowi-Kyai Ma’ruf tetap berkonsentrasi pada gerakan kemanusiaan untuk membantu rakyat yang menjadi korban bencana alam.

 “Persoalan ada masyarakat yang akan melaporkan ke proses hukum maupun mengadukan hal itu ke MKD DPR RI atau ke BK DPD RI biarlah dilakukan secara bebas sesuai pedoman etik anggota dewan. Apa yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet sebagai seorang aktris, telah menghasilkan drama terburuk dalam sejarah peradaban Indonesia.”

 

Tag : prabowo subianto, Ratna Sarumpaet
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top