Wapres JK: Indonesia Tolak Tawaran Bantuan AS untuk Donggala dan Palu

Indonesia menolak tawaran bantuan pasukan tanggap darurat dan militer dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
JIBI | 02 Oktober 2018 19:15 WIB
Warga mengamati dampak kerusakan pascagempa di Kecamatan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA -  Indonesia menolak tawaran bantuan pasukan tanggap darurat dan militer dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait tawaran AS  untuk membantu penanganan pascagempa di Donggala dan tsunami Palu.

"Enggak. Kita tidak terima itu," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Selain menolak bantuan pasukan AS, JK mengatakan bahwa pemerintah Indonesia juga tidak menerima tawaran Trump mengenai kapal rumah sakit lantaran jumlahnya sudah cukup. JK mengatakan, berkaca dari pengalaman tsunami di Aceh pada 2004, hanya ada 5 pasien yang mau naik kapal rumah sakit.

Trump, dalam konferensi pers di Gedung Putih hari ini, menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Ia menyampaikan telah mengirim pasukan first responders (tanggap darurat), militer, dan tim lainnya untuk menangani dampak dari bencana.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah membuka pintu bagi negara lain yang ingin memberikan bantuan kepada korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala.

Sebanyak 18 negara menawarkan bantuan untuk bencana gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebutkan antara lain AS, Perancis, Ceko, Swiss, Norwegia, Hungaria, Turki, Uni Eropa, Australia, Korea Selatan, Arab Saudi, Qatar, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Jepang, India, dan Cina.

Sumber : TEMPO.CO

Tag : Donald Trump, Donggala, Gempa Palu
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top