BMKG Pekanbaru Catat 211 Hotspot di Sumatra, Terbanyak di Riau

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatra terus bertambah. Hari ini tercatat ada 211 hotspot yang terpantau mengepung wilayah Sumatra.
Arif Gunawan | 29 September 2018 17:43 WIB
Titik api pemicu kebakaran hutan dan lahan. - Ilustrasi

Bisnis.com, PEKANBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (B<KG) Stasiun Pekanbaru menyatakan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatra terus bertambah. Hari ini tercatat ada 211 hotspot yang terpantau mengepung wilayah Sumatra. 

Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno dalam keterangan resminya mengatakan berdasarkan pantauan satelit modis Terra dan Aqua, 211 hotspot tersebut terpantau di 7 provinsi di Sumatra.

"Hotspot yang terpantau itu terbanyak di Provinsi Riau," katanya Sabtu (29/9/2018).

Dia menjelaskan, 211 hotspot terpantau itu tersebar di beberapa daerah, misalnya di Jambi 27 titik, Sumatera Barat 2 titik, Bangka Belitung 24 titik, Sumatera Selatan 70 titik, Bengkulu 6 titik, Lampung 9 titik dan Riau 73 titik.

"Untuk wilayah Riau, 73 hotspot terpantau di 4 wilayah yaitu di Indragiri Hulu 13 titik, Indragiri Hikur 51 titik, Pelalawan 6 titik dan Meranti 3 titik," katanya.

Dari jumlah tersebut, 54 titik diantaranya memiliki level confidence di atas 70% yang berarti di wilayah tersebut diduga kuat ada aktivitas kebakaran hutan dan lahan.

"Adapun 54 titik tersebut berada di Indragiri Hulu 12 titik, Inhil 41 titik dan Meranti 1 titik," katanya.

Meningkatnya jumlah titik panas di Riau ini harus diwaspadai. "Untuk itu kami terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan."

Tag : riau, hotspot, kebakaran hutan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top