Terungkap, Identitas Penyerang Mantan Mata-mata Rusia

Jati diri salah satu tersangka pelaku penyerangan mantan mata-mata Rusia di Inggris diungkap oleh sebuah laman jurnalisme investigasi.
John Andhi Oktaveri | 27 September 2018 10:59 WIB
Ilustrasi agen mata-mata - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Jati diri salah satu tersangka pelaku penyerangan mantan mata-mata Rusia di Inggris diungkap oleh sebuah laman jurnalisme investigasi.

Dalam artikelnya yang diunggah kemarin, situs the Bellingcat mengklaim pria bernama Ruslan Boshirov sejatinya adalah Kolonel Anatoliy Chepiga, agen badan intelijen militer Rusia atau GRU.

Lebih jauh, Bellingcat mengklaim bahwa Kolonel Chepiga pernah menjadi serdadu yang bertugas di Chechnya dan mendapat penghargaan tertinggi—Pahlawan Federasi Rusia. Penghargaan semacam itu biasanya disematkan langsung oleh Presiden Vladimir Putin.

Untuk mendukung klaim tersebut, Bellingcat menampilkan dokumen paspor Anatoliy Vladimirovich Chepiga sebagaimana dikutip BBC.com, Kamis (27/9/2018).

Foto Chepiga pada 2003 tampak menyerupai Ruslan Bushirov, namun dalam versi yang lebih muda.

Boshirov dan seorang warga Rusia lainnya, Alexander Petrov, menjadi tersangka insiden penyerangan terhadap mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal, dan putrinya, Yulia, di Kota Salisbury pada Maret lalu.

Walau terpapar zat beracun Novichok, Skripal dan Yulia luput dari maut setelah menjalani perawatan di rumah sakit, namun, Dawn Sturgess—perempuan yang tidak terkait dengan Skripal—meninggal dunia pada Juli lalu lantaran terpapar zat serupa.

Para pejabat Inggris tidak berkomentar atas temuan situs the Bellingcat mengenai jati diri Boshirov yang sebenarnya. Namun, sebelumnya, sejumlah penyelidik Inggris berkata bahwa Boshirov adalah agen intelijen Rusia.

Ditengarai Boshirov berkunjung ke Inggris menggunakan paspor palsu bersama Alexander Petrov. Pemerintah Inggris menuduh mereka adalah agen intelijen militer Rusia, GRU.

Rusia selalu membantah tudingan tersebut dan Presiden Vladimir Putin mengatakan mereka adalah warga sipil. Keduanya muncul di televisi pemerintah Rusia dan mengklaim mereka adalah turis yang mengunjungi Salisbury untuk melihat katedral.

Penerbitan artikel mengenai identitas salah seorang tersangka dalam kasus penyerangan di Salisbury mengemuka setelah seorang aktivis band punk Pussy Riot, Pyotr Verzilov, diduga telah diserang menggunakan racun.

Dia mengaku "sangat yakin" bahwa serangan itu didalangi oleh badan intelijen Rusia.

 

Tag : rusia, racun
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top