Putin Bilang Rusia Tahu yang Dituduh Bunuh Bekas Mata-Mata

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Rabu, Rusia mengetahui jati diri dua pria, yang dituduh jaksa Inggris berupaya membunuh bekas mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Inggris.
Martin Sihombing | 13 September 2018 03:13 WIB
Sergei Skripal berdiri di balik jeruji di ruang tahanan pengadilan Moskow, Agustus 2006. - kyivpost.com/Press Service of Moscow District Millitary Court

Bisnis.com, WLADIWOSTOK -  Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Rabu (12/9/2018), Rusia mengetahui jati diri dua pria, yang dituduh jaksa Inggris berupaya membunuh bekas mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Inggris.

Jaksa Inggris pada pekan lalu menyebut nama dua warga Rusia, yang mereka katakan bergerak dengan nama samaran, Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov.

Mereka mengatakan Petrov dan Boshirov berusaha membunuh Sergei dan Yulia dengan racun saraf kelas militer di Inggris.

Putin, yang berbicara pada forum ekonomi di kota pelabuhan Rusia, Vladivostok, mengatakan Rusia menemukan jati diri dua pria tersebut, keduanya sipil. Putin mengatakan tidak ada hal khusus atau catatan kejahatan menyangkut keduanya dan ia berharap mereka mau muncul dan bercerita sendiri kepada dunia.

"Kami tentu memeriksa siapa sih mereka ini. Kami tahu siapa mereka, kami sudah menemukannya. Yah, saya harap mereka akan muncul sendiri dan berbicara tentang mereka sendiri. Itu akan lebih baik buat semua," katanya.

"Tidak ada hal yang khusus soal ini, bahkan menyangkut kejahatan, saya bisa jamin. Lihat saja nanti," katanya.

"Tentu saja mereka adalah warga sipil. Saya ingin mereka mendengar kita hari ini. Mereka akan muncul di suatu tempat, kepada Anda, media massa," katanya.

Inggris mengatakan kedua tersangka itu adalah petugas intelijen militer Rusia dan hampir pasti bergerak atas perintah dari pihak negara Rusia.

Rusia telah berkali-kali membantah terlibat dalam kejadian tersebut.

Skripal adalah bekas kolonel pada dinas intelijen militer Rusia. Ia mengkhianati puluhan agen intelijen Rusia untuk menyeberang ke dinas intelijen asing MI6 Inggris.

Skripal dan putrinya ditemukan terkapar tidak sadarkan diri di sebuah bangku di kota Salisbury, Inggris, pada Maret.

Keduanya dirawat di rumah sakit selama berminggu-minggu sebelum akhirnya dipulangkan.

Dawn Strugess, perempuan tinggal di kota dekat Salisbury, meninggal pada Juli, sementara rekannya -Charlie Rowley- jatuh sakit setelah menemukan botol parfum Nina Ricci palsu, yang berisi Novichok, dan membawanya pulang.

Sumber : ANTARA/REUTERS

Tag : rusia
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top