Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Dana Perimbangan : Ahmad Ghiast Divonis 2 Tahun & Denda Rp200 Juta

Terpidana kasus suap usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-P 2018, Ahmad Ghiast, divonis pidana penjara selama dua tahun serta denda Rp100 juta subsider dua bulan kurungan
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 13 September 2018  |  17:34 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan barang bukti sitaan saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap anggota DPR Komisi XI Fraksi Demokrat Amin Santono dapil Jawa Barat X bersama delapan orang lainnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (5/5/2018). - Antara/Indrianto Eko Suwarso
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan barang bukti sitaan saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap anggota DPR Komisi XI Fraksi Demokrat Amin Santono dapil Jawa Barat X bersama delapan orang lainnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (5/5/2018). - Antara/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA -- Terpidana kasus suap usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-P 2018, Ahmad Ghiast, divonis pidana penjara selama dua tahun serta denda Rp100 juta subsider dua bulan kurungan.

"Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi berlanjut sesuai dakwaan primer. Menjatuhkan pidana penjara dua tahun serta denda Rp100 juta subsider dua bulan kurungan," putus Ketua Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Dalam fakta persidangan, Ahmad Ghiast dikatakan merupakan pelaku utama dan mempunyai peran penting dalam perkara dana perimbangan.

"JPU tidak menyatakan yang bersangkutan telah memberi keterangan yang signifikan untuk mengungkap pelaku lain yang lebih besar," lanjut Majelis Hakim.

Hal tersebut di atas menjadi faktor yang memberatkan untuk Ahmad Ghiast, karena dianggap sebagai perbuatan yang tidak mendukung program pemberantasan tindak pidana korupsi.

Namun, Ahmad Ghiast selama menjalani proses persidangan dianggap sopan dan bererus terang.

Selain itu, yang bersangkutan tidak pernah dipidana dan sudah tidak berpenghasilan serta menjadi tulang pungggung keluarga, sehingga kontraktor tersebut masih memiliki faktor meringankan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vonis pn jakpus
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top