Fakultas Kedokteran UI Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Indonesia kembali mengukuhkan dua guru besar tetap dari Fakultas Kedokteran di Aula IMERI Fakultas Kedokteran kampus tersebut, Sabtu (8/9/2018).
Rayful Mudassir | 08 September 2018 16:00 WIB
Kampus Universitas Indonesia (UI) - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA - Universitas Indonesia kembali mengukuhkan dua guru besar tetap dari Fakultas Kedokteran di Aula IMERI Fakultas Kedokteran kampus tersebut, Sabtu (8/9/2018).

Dua guru besar tersebut yakni Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam Sp.PD-KGEH, MMB dalam bidang ilmu Penyakit Dalam dan Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MPH dalam bidang ilmu Obstetri & Ginekologi. Prof Budi sendiri merupakan profesor termuda bidang kedokteran di Universitas Indonesia (UI) pada usia 46 tahun.

Dalam pemaparannya, Prof Ari Fahrial memaparkan pidato berjudul “Masa Depan penelitian Kedokteran di Era Disrupsi dan Kedokteran Presisi: Penelitian Bakteri Helicobacter pylori di Indonesia sebagai Model”.

Dia melakukan penelitian selama 17 tahun terakhir terkait kuman Helicobacter pylori yang merupakan kuman yang menyebabkan orang sakit lambung mulai dari sakit maag biasa, tukak lambung atau duodenum hingga diketahui menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit kanker lambung.

Penelitiannya juga memanfaatkan teknologi industri 4,0. Para dokter diajak untuk memanfaatkan secara optimal terkait artificial intelligence (IA), big data dan internet of things dalam dunia kedokteran indonesia.

“Era disrupsi 4,0, sistem rekam medik semakin baik, dokter dibantu oleh teknologi untuk mendapat gambaran tentang kondisi pasien dan memprediksi apa yang akan menjadi kemudian sehingga perawatan psien dapat diberikan lebih baik,” katanya saat menyampaikan pemaparannya, Sabtu (8/9/2018).

Sementara itu, Prof Budi Wiweo menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Inovasi Kedokteran Reproduksi di Era DisrupsiSebuah Pembelajaran dari Laboratorium, Klinik dan Masyarakat bagi Pembangunan Manusia Indonesia”.

Prof Budi telah menghasilkan terobosan Inovasi Kedokteran Reproduksi berupa Indonesian Kalkulator Oocyte (IK0), sebuah aplikasi yang sangat menunjang pelayanan di bidang fertilitas karena dapat mengetahui umur biologis seorang perempuan, dosis obat yang dibutuhkan, dan hasil luaran fertilisasi in vitro pada pasangan yang mengalami gangguan kesuburan.

Sepak terjang lainnya yang berhasil ditorehkan Prof Budi bagi kemajuan penelitian kedokteran reproduksi adalah pengembangan layanan preservasi ovarium yang akan sangat bermanfaat bagi pasien-pasien penderita kanker untuk mendapatkan keturunan serta simpan beku ovarium dilakukan sebelum pasien menjalani pengobatan kemoterapi yang dapat merusak sel telur.

Tag : universitas indonesia, Fakultas Kedokteran
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top