Pola Serangan Penembakan Polisi di Tol Cipali Mirip Penembakan Polisi di Solo 2012

Pola dan motif serangan penembakan yang dilakukan tiga orang pemuda misterius kepada dua anggota Polri Aiptu Dodon dan Aiptu Widi di KM 224 Tol Cipali-Cirebon serupa dengan penyerangan yang dilakukan teroris Farhan yang akhirnya tewas setelah ditembak anggota Polri tahun 2012 di Solo.
Sholahuddin Al Ayyubi | 31 Agustus 2018 15:24 WIB
Bisnis.com, JAKARTA--Pola dan motif serangan penembakan yang dilakukan tiga orang pemuda misterius kepada dua anggota Polri Aiptu Dodon dan Aiptu Widi di KM 224 Tol Cipali-Cirebon serupa dengan penyerangan yang dilakukan teroris Farhan yang akhirnya tewas setelah ditembak anggota Polri tahun 2012 di Solo.
 
Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan alasan tiga pemuda misterius yang melakukan penembakan hingga menyebabkan Aiptu Dodon tewas yaitu untuk melakukan balas dendam karena mertua salah satu dari tiga pemuda tersebut terbukti berafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) dan ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Motif serangan itu, serupa dengan motif teroris Farhan yang melakukan aksi teror secara sporadis dalam waktu dan tempat yang berlainan di Solo pada 2012.
 
Teroris Farhan melakukan serangan kepada sejumlah anggota Polri di Solo secara sporadis karena ayah tiri dari Farhan yang bernama Abu Umar ditangkap oleh Tim Densus 88 terkait kasus pembacokan terhadap Menteri Pertahanan era Gus Dur Matori Abdul Jalil. Abu Umar sendiri merupakan pentolan di kelompok jaringan Negara Islam Indonesia (NII).
 
"Mertuanya pemuda itu anggota JAD yang ditangkap lebih kurang sebulan yang lalu, jadi (mungkin) dia itu balas dendam," tutur Tito, Jumat (31/8/2018).
 
Menurut mantan Kapolda Metro Jaya itu, pemuda misterius yang menembak Aiptu Dodon dan Aiptu Widi mendapatkan senjata api dari anggota Polri yang diserang beberapa hari sebelumnya di wilayah Cirebon. Berdasarkan penelusuran Bisnis, pada Senin 20 Agustus 2018 sekitar pukul 02.00 WIB ada insiden seorang anggota Polri bernama Brigadir Angga Dwi Turangga yang diserang tiga pemuda menggunakan dua sepeda motor di Jalan Diponegoro, Kelurahan Kesenden, Cirebon Jawa Barat menggunakan sebuah linggis dan merebut senjata api Brigadir Angga usai terkapar diserang linggis.
 
"Dia (pelaku) telah merampas senjata anggota pada kejadian sebelumnya dan melakukan penembakan," katanya.
 
Tito menjelaskan, dari tiga pemuda misterius itu, dua di antaranya terkena tembakan perlawanan dari Aiptu Widi dan melarikan diri ke Rumah Sakit Slawi di Tegal karena terluka cukup parah. Menurut Tito, Kepolisian sudah mengantongi identitas para tersangka, karena pada saat melarikan diri ke Rumah Sakit Slawi usai ditembak, pelaku meninggalkan identitasnya.
 
"Mereka lari ke RS Slawi dan mengaku anggota Polri yang ditembak penjahat. Setelah tiga jam perawatan, kemudian tiba-tiba pelaku langsung lari saja," ujarnya.
 
Tito mengatakan Kepolisian masih mengejar pelaku dari kelompok teroris JAD tersebut. Menurutnya, ada lebih dari 100 anggota Polri yang diterjunkan untuk menangkap pelaku hidup atau mati.
 
"Kami akan all out untuk menangkap mereka. Saat ini ada lebih dari 100 anggota Polri yang melakukan pengejaran terhadap pelaku dengan risiko terhadap pelaku hidup atau mati," tuturnya.
 
 
 
 
 
Tag : penembakan polisi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top