Perdagangan Bebas Amerika Utara: AS dan Kanada Optimistis Kesepakatan Baru Rampung Pekan Ini

Amerika Serikat dan Kanada optimistis kesepakatan baru Pakta Perdagangan Bebas Amerika Utara, NAFTA, rampung sesuai tenggat, Jumat (31/8/2018). 
Dwi Nicken Tari | 30 Agustus 2018 18:49 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Amerika Serikat dan Kanada optimistis kesepakatan baru Pakta Perdagangan Bebas Amerika Utara, NAFTA, rampung sesuai tenggat, Jumat (31/8/2018).  Keyakinan itu muncul kendati Kanada mengingatkan masih ada beberapa isu yang belum terselesaikan.

Kanada telah bergabung dalam perundingan renegosiasi NAFTA pada pekan ini dan didorong untuk menyetujui kesepakatan yang telah tercapai antara AS dan Meksiko.

Menlu Kanada Chrystia Freeland menyatakan bahwa perundingan NAFTA antara negosiator AS dan Kanada sejauh ini telah berjalan sangat baik.

“Pejabat kami sedang rapat sekarang dan mungkin akan berlanjut hingga nanti malam. Kemungkinan mereka akan rapat semalaman,” kata Freeland, seperti dikutip Reuters, Kamis (30/8/2018).

Freeland dan Kepala Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer sepakat untuk meninjau ulang kemajuan perundingan renegosiasi pakta berumur 24 tahun tersebut sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.

Trump menetapkan Jumat sebagai tenggat waktu untuk ketiga negara mencapai kesepakatan, sehingga Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto dapat menandatanganinya sebelum turun jabatan pada akhir November.

Adapun dalam aturan hukum di AS, Trump akan menandatangani pakta baru tersebut dalam 90 hari setelah diterima Kongres AS.

Sebelumnya, Trump mengancam bahwa dirinya tidak keberatan jika hanya mencapai kesepakatan dengan Meksiko. Untuk Kanada, dia telah mempersiapkan tarif otomotif yang akan digunakan untuk menegosiasikan perdagangan bilateral.

“Mereka [Kanada] ingin menjadi bagian dari kesepakatan, dan kami memberikan waktu hingga Jumat. Kita akan lihat apa yang terjadi, tapi sebenarnya segala sesuatu berjalan sangat lancar,” ujar Trump.

Komentar tersebut sangat berbeda dengan kritik Trump terhadap Kanada sebelumnya. Lewat akun Twitter-nya, Trump sempat menyebut Kanada “membunuh pertanian” AS.

Sementara itu, PM Kanada Justin Trudeau juga memperkirakan kesepakatan dapat tercapai sesuai tenggat waktu yang diberikan AS.

“Kami menyadari ada kemungkinan untuk mencapai [kesepakatan] pada Jumat, namun itu hanya kemungkinan. Karena kami tetap mencari kesepakatan yang baik untuk Kanada,” ujarnya. 

Sumber : Reuters

Tag : as, kanada, nafta
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top