Alumni UI Ikut Distribusikan Bantuan ke Lombok

Ikatan Alumni Universitas Indonesia terus men
MG Noviarizal Fernandez | 23 Agustus 2018 11:18 WIB
Sejumlah warga berada di tenda pengungsian pascagempa di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Senin (20/8). Pascagempa bumi yang berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang Lombok pada Minggu malam pukul 22.56 Wita mengakibatkan sejumlah rumah di daerah tersebut roboh dan puluhan warga mengungsi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Ikatan Alumni Universitas Indonesia terus mendistribusikan berbagai bantuan bagi korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

 

Andre Rahadian mengatakan bahwa bantuan personil relawan datang dari tim korps Resimen Mahasiswa (Menwa) UI, Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) UI, Sasando (Komunitas Mahasiswa UI dari Lombok), serta Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI (Puskris UI) sebagai bagian dari tim UI Peduli.

 

“Dengan semangat UI Peduli, donasi  yang dikumpulkan dari para alumni UI dan pihak lain  sudah dan akan diimplementasikan dalam bentuk pengadaan keperluan sehari-hari, seperti selimut, handuk, pakaian, bahan makanan, dan lainnya. ILUNI UI juga berkoordinasi dengan Himpunan Psikologi Indonesia, Tim Psikologi TNI dan Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI dalam persiapan pemberian pendampingan psikososial dan psikoedukasi,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima, Kamis (23/8/2018).

 

 

Koordinator ILUNI UI untuk penanganan bencana Lombok Endang Mariani menjelaskan, bantuan dari para alumni UI yang dikoordinasikan ILUNI UI disebar di wilayah Sembalun Lombok Timur,  daerah Tanjung Lombok Utara, dan sekitar  Gunung Sari Lombok Barat. Dalam waktu dekat segera diberangkatkan juga tim teknis ILUNI UI untuk pengadaan listrik darurat dan penjernihan air di beberapa titik di Lombok.

 

Kebutuhan tim medis dan tim teknis lainnya, lanjutnya, dipenuhi dengan datangnya tim UI Peduli yang melakukan pengobatan kepada masyarakat yang membutuhkan. ILUNI UI juga membuka Dapur Umum di Sembalun Bumbung, Lombok Timur, yang melayani tidak kurang dari 1.000 pengungsi per hari.

 

 

“ILUNI UI bekerja sama dengan Relawan Tanah Air, bersama-sama melakukan pembuatan pos relawan gabungan di RSUD Tanjung, Lombok Utara. Tim ILUNI UI turut menyediakan instalasi penerangan untuk tenda pasien di halaman RSUD yg rusak berat dan harus dikosongkan. Pasien RSUD Tanjung ditampung dalam tenda-tenda darurat, menunggu rumah sakit lapangan dari TNI selesai dibangun di halaman kantor Bupati. Malam pertama setelah gempa, dua bayi lahir di tenda darurat sehingga tim relawan dengan peralatan komplit, harus masuk ke dalam RSUD untuk mengambil inkubator menyambut bayi yg kedinginan” paparnya.

 

Ditambahkan  Endang Mariani, wilayah Gunung Sari dan sebagian Lombok Barat, yang masih minim bantuan pun turut mendapatkan perhatian dari ILUNI UI. Bantuan selimut, pakaian, alat shalat, bahan makanan kering dan buku bacaan anak-anak diberikan bersamaan dengan pemberian pendampingan psikososial tahap awal.

Sementara di Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun Lombok Timur, Dapur Umum ILUNI UI yang dibangun bersama LMI sudah mulai berjalan.

 

“Pada saat pasca gempa yang berkekuatan  7,0 SR, pada 19 Agustus 2018, Dapur Umum ILUNI UI yang memang sudah berjalan tetap terus memberikan pelayanan. Kami  berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan 1.000 porsi/hari di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Jumlah ini bisa bertambah, jika warga yang kehabisan bahan makanan masih berdatangan,” papar Endang Mariani.

 

 

Tag : gempa lombok, iluni ui
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top