Gempa Lombok: PLN Bantah Miliki Sensor Listrik Gempa

PLN membantah isu terkait sensor listrik yang mampu mendeteksi gempa di wilayah Sambelia, Lombok Timur. 
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 20 Agustus 2018  |  14:25 WIB
Gempa Lombok: PLN Bantah Miliki Sensor Listrik Gempa
Seorang laki-laki melihat rumahnya yang sebagian temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan laporan sementara jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter sampai dengan pukul 03.20 Wita Senin 6 Agustus 2018 sebanyak 82 orang. - Antara

Bisnis.com, MATARAM – PLN membantah isu terkait sensor listrik yang mampu mendeteksi gempa di wilayah Sambelia, Lombok Timur. 

Humas PLN wilayah NTB Rofia Fitri mengatakan, sempat beredar kabar bahwa PLN memiliki sensor listrik yang mampu mendeteksi 3 detik sebelum terjadinya gempa. 

"Isu adanya sensor gempa di Sambelia, kami sampaikan bahwa PLN tidak pernah membuat pernyataan tersebut. Kondisi yang sebenarnya adalah pada saat terjadi gempa, sistem kami bekerja otomatis untuk mematikan perangkat listrik untuk alasan keamanan," ujar Rofia melalui pesan singkat di Mataram, Senin (20/8/2018). 

Rofia menyampaikan, hal ini perlu menjadi informasi dan perhatian masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di masyarakat. Pasalnya, cukup banyak informasi yang beredar di masyarakat yang belum jelas sumber informasinya.

Sementara itu, Posko PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat menginformasikan kondisi terkini jaringan listrik hari ini Senin (20/8/2018), sebagai berikut:

  1. PEMBANGKIT

Beban sistem Bima 37 MW

Daya mampu 45 MW

- PLTD Ni’u                  :      3.300  kW

- PLTD Bima                :      1.650  kW

- PLTD Dompu            :      1.950  kW

- PLTD Sape                :          550  kW

- Sewatama Ni’u         :    13.000  kW

- Sewatama Sape       :      1.000  kW 

- Sewatama Dompu  :       9.000  kW

- BGP Ni’u                    :      5.000  kW

- BGP Bonto                :      4.200  kW

- BGP Dompu              :       4.000  kW

- Wahana Dompu       :      2.000  kW

 

Beban Sistem Sumbawa 21 MW

Daya Mampu 54 MW

- Sewatama Taliwang   :   6.000  kW

- Sewatama Alas           :   6.000  kW

- Wahana Taliwang       :   2.500  kW

- PLTD Taliwang            :       350  kW

- BPSA Boak                   :   16.000 kW

- BGP Kanar                    :     6.000 kW

- Sewatama Labuhan    :     7.000 kW

- PLTD Labuhan             :    3.800 kW

- Wahana Empang         :    2.000 kW

- BGP Empang                :    4.500 kW

  1. TRANSMISI DAN GARDU INDUK

-Transmisi Bima Normal

- 4  dari 4 Gardu Induk Bima Normal operasi

  1. DISTRIBUSI SISTEM SUMBAWA

- 38 Penyulang normal dari  45 Penyulang

- 7 Penyulang tahap pemulihan penormalan

 

  1. LAIN-LAIN

Sistem Isolated :

  1. sistem Isolated Lunyuk kondisi sebagian masih padam 11 gardu Tim Samawa Rea mengarah ke lokasi untuk membantu
  2. Sistem Isolated Lebin 12 JN sementara penormalan dibantu Tim Rayon Empang mengarah ke lokasi
  3. Sistem Isolated Lantung 12 JN Penormalan JTM dibantu Tim Rayon Empang mengarah
  4. Sistem Isolated Medang 12 JN masih komunikasi/dikordinasikan
  5. Sistem Isolated Sebotok 12 JN masih komunikasi/dikordinasikan
  6. Sistem Isolated Lab Aji 12 JN masih komunikasi/dikordinasikan
  7. Sistem Isolated Klawis masih komunikasi/dikordinasikan

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup