Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Sentral China Tak Akan Intervensi Yuan Hadapi Risiko Eksternal

Bank Sentral China (PBOC) mengumumkan tidak akan menggunakan yuan sebagai perangkat perang dagang maupun isu eksternal lainnya. Selain itu, PBOC juga tidak akan memberikan stimulus ekonomi secara besar-besaran.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 11 Agustus 2018  |  12:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Sentral China (PBOC) mengumumkan tidak akan menggunakan yuan sebagai perangkat perang dagang maupun isu eksternal lainnya. Selain itu, PBOC juga tidak akan memberikan stimulus ekonomi secara “besar-besaran”.

Berdasarkan laporan moneter kuartalan PBOC, bank sentral tidak akan mengimplementasikan stimulus dalam bentuk yang banyak.

“Kebijakan moneter prudensial harus tetap netral dan menjaga keseimbangan di antara pengetatan dan pelonggaran,” tulis laporan tersebut seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (11/8/2018).

Hal itu memperlihatkan bias yang sedikit lebih longgar ketimbang tiga bulan lalu.

Adapun PBOC telah menginjak jalur yang berkerikil karena upayanya untuk mengetatkan pertumbuhan utang berisiko di China.

Pasalnya, di saat bersamaan PBOC juga harus memastikan perusahaan tetap dapat meminjam untuk berivestasi demi menopang pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, otoritas moneter China tersebut menyebut akan lebih fleksibel di dalam mengombinasikan berbagai perangkat kebijakan moneter dan memperkuat manajemen makro-prudensial ekonomi.

“Kami juga akan meningkatkan layanan keuangan dengan meningkatkan penawaran dan kompetisi,” tulis PBOC.

Kendati PBOC melihat beberapa risiko (dari eskalasi tensi dagang, volatilitas keuangan di emerging market, dan kerentanan keuangan global), PBOC menyatakan tidak akan mendevaluasi yuan maupun menggunakan yuan untuk menghadapi pergolakan eksternal.

Zhu Qibing, Kepala Analis Makroekonomi di BOC International China Ltd. di Beijing menyatakan komentar PBOC tersebut memperlihatkan bahwa bank sentral tidak akan campur tangan di dalam pasar valas pada hari-hari normal, “namun akan mengintervensi pada even-even seperti terjadi fluktuasi masif.”

Adapun PBOC melanjutkan, pekerjaan untuk mencapai pertumbuhan berkualitas baik telah menjadi lebih sulit.

PBOC menilai, pengetatan kondeisi keuangan domestik dan perlambatan pertumbuhan investasi infrastruktur di China saat ini memang bakal merugikan ekonomi Negeri Panda untuk jangka pendek, namun akan menguntungkan untuk jangka panjang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pboc bank sentral china bank of china
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top