Cawapres Pendamping Jokowi: Mr. M di Mata Politisi Partai Demokrat

Mr. M, sebut saja begitu namanya, menjadi nama yang menarik untuk ditebak dan dicocok-cocokkan dengan figur yang selama ini disebut-sebut dalam daftar cawapres pendamping Jokowi.
Newswire | 08 Agustus 2018 15:59 WIB
Presiden Joko Widodo blusukan ke Pasar Kranggan, di Yogyakarta, Rabu (25/7/2018). - JIBI/Desi Suryanto

Bisnis.com, BANTUL -  Jokowi diperkirakan akan maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2019 berpasangan dengan calon wakil presiden berinisial M.

Mr. M, sebut saja begitu namanya, menjadi nama yang menarik untuk ditebak dan dicocok-cocokkan dengan figur yang selama ini disebut-sebut dalam daftar cawapres pendamping Jokowi.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Maruarar Sirait mengisyaratkan sejumlah ciri tentang sosok Mr. M. Salah satunya, Mr. M dikenal dekat dengan wartawan.

Ciri lain dari Mr. M menurut Maruarar dapat dibaca di sini: Cawapres Pendamping Jokowi: Ini Ciri-Ciri Mr. M

Sementara itu, pada Selasa (7/8/2018), Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo memprediksi calon wakil presiden yang akan mendampingi Joko Widodo sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 berinisial M.

"Kalau (cawapres) dari Pak Jokowi kan inisialnya M. Namun M itu banyak, bisa Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan), bisa Muhaimin (Ketua Umum PKB), bisa Mahfud (Mantan Ketua MK," katanya usai menjadi pembicara dalam sosialisasi Petani Go Online di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 Namun demikian, menurut dia, berdasarkan keputusan partai, Partai Demokrat memilih tidak bergabung ke koalisi Jokowi pada Pilpres 2019, akan tetapi partai berlambang mercy tersebut merapat ke kubu Prabowo Subianto.

"Sebenarnya mau di poros Pak Jokowi atau Pak Prabowo itu semua baik, yang penting baik untuk masyarakat. Hanya kebetulan kan banyak (partai politik) yang sudah bergabung ke koalisi Jokowi," katanya.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga yang kini duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini kemudian menyebutkan ada sembilan partai politik yang sudah ada di tempatnya Jokowi.

"Meskipun ke sembilan [partai] itupun masih bisa berubah, kalau nanti terjadi perubahan pada saat hasil (uji materi presidential threshold) di MK," katanya.

Sedangkan Partai Demokrat, kata dia, ingin menempatkan sebagai partai penyeimbang di Pilpres mendatang, sehingga partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut memilih merapat ke kubu Prabowo.

"Kalau kemarin kan penyeimbangnya di tengah, sekarang kita menyeimbangkan kepada kubu (Prabowo). Karena Pak SBY sendiri mengatakan Insya Allah mendukung salah satu calon presiden yaitu Pak Prabowo," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi, Pilpres 2019

Sumber : Antara
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top