KABAR GLOBAL 26 JULI: Di Balik 'Bantuan' Trump bagi Petani, AS Akui Kebijakan Tarif Perdagangan Merugikan

Berita seputar program bantuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bagi para petani mewarnai sejumlah media nasional pada hari ini, Kamis (26/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 26 Juli 2018 08:57 WIB
Logo Facebook dalam 3 dimensi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputar program bantuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bagi para petani mewarnai sejumlah media nasional pada hari ini, Kamis (26/7/2018).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Di Balik 'Bantuan' Trump bagi Petani. “Petani akan menjadi yang paling diuntungkan, lihatlah, kami [Pemerintah AS] kini membuka pasar. Lihatlah apa yang akan terjadi, bersabarlah sedikit lagi.” Janji itu disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui pidatonya di Kansas City, Missouri, pada Selasa (24/7), sebagai penekanan bahwa kebijakan tarifnya akan membawa manfaat. (Bisnis Indonesia)

Facebook Dirikan Anak Usaha di China. Facebook mendirikan anak usaha di China dan berencana menciptakan pusat inovasi untuk mendukung kegiatan para pengembang dan perusahaan rintisan lokal. Manajemen Facebook mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan kehadirannya di pasar yang tetap memblokir laman media sosialnya. (Bisnis Indonesia)

Trump-Juncker Sepakat Atasi Hambatan Perdagangan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Komisi Uni Eropa, Jean-Claude Juncker, sepakat untuk bekerja sama menghilangkan hambatan perdagangan terhadap barang-barang industri. (Bisnis.com)

Trump Sepakati Konsesi Perdagangan dengan Uni Eropa, Wall Street Ditutup Menguat. Indeks saham utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (25/7/2017), di saat Presiden AS Donald Trump mengamankan konsesi perdagangan dengan Uni Eropa. (Bisnis.com)

China Sepakat Tanam Modal di Afrika Selatan. Presiden China Xi Jinping menjanjikan akan berinvestasi di Afrika Selatan. Nilai kesepakatan yang ditandatangani kedua negara pada Selasa (24/7) mencapai US$14,7 miliar atau Rp211,68 triliun. (Kontan)

AS Akui Kebijakan Tarif Perdagangan Merugikan. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada akhirnya mengakui bahwa kebijakan perdagangannya yang agresif telah merugikan warga Amerika. Pengakuan pertama tersebut disampaikan bersamaan pengumuman pemerintah yang akan memberikan program bantuan US$12 miliar bagi para petani yang menjadi sasaran utama dari tindak pembalasan. (Investor Daily)

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top