Novel Baswedan Aktif Kembali, Saut Situmorang : Jika Tidak Fit, Ditempatkan di Bagian Analis

Novel Baswedan akan kembali aktif sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (27/7/2018) besok.
Rahmad Fauzan | 24 Juli 2018 16:28 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan disambut anak dan istrinya setibanya dari Singapura di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/2/2018). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA -- Novel Baswedan akan kembali aktif sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (27/7/2018) besok.

Namun, dengan kondisi fisiknya yang masih terbatas, langkah apa yang akan dilakukan KPK untuk Novel Baswedan agar yang bersangkutan dapat bekerja secara optimal?

Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnono mengatakan kondisi mata Novel Baswedan yang belum sepenuhnya pulih akan membuat kinerjanya tidak optimal.

"Mungkin Novel tidak akan bekerja seoptimal dulu ketika matanya masih normal," ujar Yudi, Selasa (24/7/2018).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang membeberkan kemungkinan yang akan diambil terkait dengan kembali bekerjanya Novel Baswedan di Kasatgas Penyidikan. Novel, menurut Saut, bisa saja bekerja sebagai analis di KPK.

"Harapannya (Novel Baswedan) bisa fit. Kalau tidak mungkin kita akan tempatkan Mas Novel di bagian analis yang beban kerjanya tidak mengganggu," ujar Saut via pesan Whatsapp, Selasa (24/7/2018).

Dia mengatakan, penyidik KPK bisa saja tidak berhadapan langsung dengan tersangka, "namun di bagian lain, nanti pimpinan berlima pasti ada solusi," lanjut Saut.

Sebelumnya, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan menurut keterangan resmi KPK dari hasil diagnosa dokter, kondisi mata Novel Baswedan baru pulih 25%.

"Saat ini, kondisi mata Novel menurut hasil diagnosa dokter yang merawatnya, mata kiri mengalami kerusakan 100%, sementara mata kanan mengalami kerusakan 50% akibat air keras yang disiram ke matanya...Wadah Pegawai memohon doa kepada seluruh rakyat Indonesia agar Novel diberikan keajaiban dalam penyembuhan matanya," lanjut Yudi.

Kondisi tersebut diderita Novel Baswedan setelah peristiwa penyiraman air keras menimpa dirinya pada 11 April 2017 lalu. Meskipun telah 16 bulan berlalu, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap tidak pernah putus harapan.

"Kepada Presiden RI (Joko Widodo) untuk mau membentuk TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) pelaku penyiraman Novel, sebab sudah 16 bulan peristiwa tersebut tidak terungkap mengindikasikan bahwa pelaku sangatlah canggih karena mampu menutupi jejaknya," ujarnya.

Tag : novel baswedan
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top