Satu Penyelamat Tewas, Evakuasi Pemain Sepak Bola Thailand Terus Berpacu dengan Waktu

Aksi penyelamatan tim sepakbola yang terperangkap di Tham Luang Nang Non terus diburu waktu, setelah satu penyelamat ditemukan meninggal.
Amanda Kusumawardhani | 06 Juli 2018 15:19 WIB
Tim penyelamat memompa air di kompleks Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand dalam upaya menyelamatkan 13 orang anggota tim sepak bola yang terjebak di dalam gua sejak akhir Juni 2018, Kamis (5/7). - Reuters/Athit Perawongmetha

Bisnis.com, JAKARTA -- Aksi penyelamatan tim sepakbola yang terperangkap di Tham Luang Nang Non terus diburu waktu, setelah satu penyelamat ditemukan meninggal.

Keterbatasan waktu tersebut dipicu oleh terus memburuknya cuaca dan menurunnya tingkat oksigen di dalam gua bawah tanah itu.

Operasi penyelamatan 12 pemain sepakbola anak-anak dan 1 pelatihnya yang berusia 25 tahun ini berlangsung massif pada Jumat (6/7). Sayangnya, satu penyelamat Thailand ditemukan tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal saat aksi penyelematan berlangsung.

"Kita tidak bisa lagi menunggu kondisi untuk siap karena keadaan saat ini menekan kira. Sebenarnya kita mengira anak-anak selamat di dalam gua untuk waktu yang cukup lama. Tetapi kondisinya sudah berubah," kata Ketua Tim Penyelamat Arpakorn Yookongkaew, dikutip dari Bloomberg, Jumat (6/7).

Hujan lebat diperkirakan akan kembali mengguyur kawasan itu dalam beberapa hari ke depan, yang berpotensi kembali merendam gua tersebut.

Tim sepak bola yang terdiri dari 12 anak berusia rata-rata 11-16 tahun dan 1 pelatihnya hilang sejak Jumat (23/6). Mereka diyakini masuk ke dalam gua sebelum hujan lebat tiba-tiba turun dan membanjiri bagian dalam gua. Para korban ditemukan di atas batu besar sekitar 4 kilometer (km) dari mulut gua pada Senin (2/7).

Hingga saat ini, satu-satunya cara agar para korban bisa keluar dengan selamata adalah dengan menyelam. Kendati demikian, opsi tersebut masih menyimpan risiko bagi mereka yang berpengalaman dalam menyelam maupun yang tidak berpengalaman.

Sementara itu, pemerintah meyakini 13 korban itu kemungkinan tidak bisa diselamatkan dalam waktu yang bersamaan karena bergantung dari kondisi masing-masing korban.

Meski terpantau selamat, kondisi para korban masih lemah. Mereka sudah dilatih untuk menggunakan masker selam dan bagaimana bernafas di dalam air, jika penyelaman menjadi opsi yang harus diambil.




Tag : bencana
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top