Intelijen AS Ungkap China Bakal Miliki Senjata Angkatan Laut Terkuat Siap Perang

China dikabarkan sedang menguji senjata angkatan laut paling kuat di dunia yang bakal siap dikerahkan untuk perang sekitar tahun 2025.
Renat Sofie Andriani | 22 Juni 2018 10:36 WIB
Rudal Tomahawk - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – China dikabarkan sedang menguji senjata angkatan laut paling kuat di dunia yang bakal siap dikerahkan untuk perang sekitar tahun 2025.

Dilansir dari CNBC, sumber terkait mengutip laporan intelijen Amerika Serikat (AS) menyebutkan railgun China mampu menyerang target sejauh 124 mil dengan kecepatan hingga 1,6 mil per detik.

Untuk perbandingan saja, tembakan yang ditembakkan dari Washington, D.C. dengan railgun milik China bisa mencapai Philadelphia dalam waktu kurang dari 90 detik.

Railgun telah lama mengemuka dalam daftar militer Rusia, Iran, dan AS sebagai senjata hemat biaya yang memberi angkatan laut kekuatan meriam dengan jangkauan peluru kendali presisi.

Bagian rounds yang digunakan dalam railgun China senilai antara US$25.000 dan US$50.000 masing-masing, menurut penilaian intelijen.

Meskipun bukan perbandingan yang tepat karena memiliki teknologi yang berbeda, rudal jelajah Tomahawk milik Angkatan Laut AS memiliki perkiraan harga masing-masing sebesar US$1,4 juta.

Railgun China pertama kali terlihat pada tahun 2011 dan menjalani pengujian pada tahun 2014, menurut sumber CNBC. Antara tahun 2015 dan 2017, senjata itu dikalibrasi untuk melancarkan serangan pada rentang yang diperpanjang, sehingga meningkatkan tingkat pemusnahannya.

Pada Desember 2017, senjata itu berhasil dipasang di kapal perang China dan mulai diuji coba di laut, suatu prestasi yang belum pernah dicapai negara lain.

Sementara itu, railgun Angkatan Laut AS masih merupakan sistem rahasia yang sedang dalam pengembangan di bawah Kantor Riset Angkatan Laut.

Tag : china
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top