Skandal Emisi Diesel, Kepala Eksekutif Produsen Mobil Audi Ditangkap

Kepala eksekutif produsen mobil Jerman Audi, Rupert Stadler, telah ditangkap sehubungan dengan penyelidikan atas skandal emisi diesel.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 18 Juni 2018  |  18:40 WIB
Skandal Emisi Diesel, Kepala Eksekutif Produsen Mobil Audi Ditangkap
Logo Audi terlihat pada sebuah kendaraan yang diparkir di halaman depan kantor pusat produsen otomotif tersebut di Ingolstadt, Jerman. - Reuters/Audi Reuters/Lukas Barth

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala eksekutif produsen mobil Jerman Audi, Rupert Stadler, telah ditangkap sehubungan dengan penyelidikan atas skandal emisi diesel.

Seorang juru bicara Volkswagen, yang memiliki Audi, menegaskan bahwa dia ditahan, seperti dikutip Bisnis dari BBC.com, Senin (18/6/2018).

Para penuntut Munich mengatakan mereka bertindak karena ada risiko bahwa Stadler mungkin berusaha untuk menekan bukti.

Skandal itu meletus tiga tahun lalu, di mana mobil Audi dipasangi perangkat yang dirancang untuk menyalahi tes emisi. Perangkat ini awalnya ditemukan di mobil VW, tetapi anak perusahaan Audi juga telah terlibat dalam skandal tersebut.

Bulan lalu, diakui bahwa 60.000 A6 dan A7 model lain dengan mesin diesel memiliki masalah perangkat lunak emisi. Jumlah itu di atas 850.000 yang ditarik kembali tahun lalu oleh Audi.

Para penuntut Munich menyatakan Stadler akan ditanyai pada Rabu (20/6//2018), setelah dia berbicara dengan para pengacaranya. Skandal emisi solarbook tersebut pertama kali terungkap pada September 2015.

Volkswagen mengakui bahwa hampir 600.000 mobil yang dijual di AS dilengkapi dengan perangkat yang dirancang untuk menghindari tes emisi.

Produsen mobil itu mengatakan telah menginstal perangkat lunak di 11 juta mobil diesel di seluruh dunia yang bisa tahu kapan akan diuji. Di jalan terbuka, tingkat emisi akan jauh lebih tinggi, hingga 40 kali lebih buruk dibandingkan dengan yang tercatat dalam kondisi laboratorium.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
audi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top