PM Justin Trudeau Siap Balas Perlakuan Trump di G7 Summit

Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan yang menyerang Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dan mendorong hubungan bilateral dua negara ke titik terendah dalam beberapa dekade.
Rinaldi Mohammad Azka | 12 Juni 2018 16:29 WIB
PM Kanada Justin Trudeau saat berbincang dengan Presiden Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih 13 Februari 2017. - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan yang menyerang Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dan mendorong hubungan bilateral dua negara ke titik terendah dalam beberapa dekade.

Trump meninggalkan Ottawa dengan sedikit pilihan untuk mencegah perang dagang yang jauh lebih besar dengan tetangganya tersebut.

Trump menghancurkan pertemuan puncak G7 di Kanada selama akhir pekan, mengecam Trudeau dengan ungkapan "sangat tidak jujur dan lemah" dan meningkatkan prospek tarif terhadap impor otomotif, sebuah langkah yang akan membahayakan ekonomi Kanada.

Serangan itu tak terduga dan luar biasa membuat bingung para pejabat Kanada, yang sebelumnya sudah melancarkan kampanye 18 bulan yang dirancang untuk menumbuhkan kerja sama di antara pembuat kebijakan AS dan para pemimpin bisnis dalam membela kepentingan Kanada.

Kanada berjanji untuk membalas pengenaan tarif pajak atas impor logam dari Kanada, pemasok baja terbesar ke Amerika Serikat.

Namun, Kanada akan menghadapi pertaruhan yang panjang untuk bisa memenangkan perang dagang melawan negara 10 kali ukurannya secara ekonomi dan yang mengambil sebagian besar ekspornya.

“Ada batas untuk apa yang bisa kita capai di Kanada. Satu-satunya orang yang mampu membujuk Trump untuk menghentikan ini ada di Amerika Serikat,” kata seseorang yang dekat dengan masalah itu.

Dalam kondisi betapa terbatasnya pilihan mereka, para pejabat Kanada mengatakan mereka berencana untuk menekan lebih keras dengan kampanye lobi AS mereka, yang difokuskan pada anggota parlemen yang berpotensi simpatik di luar Gedung Putih.

Sementara Kanada mengandalkan dukungan dari negara-negara sekutu dan berharap Trump tidak melaksanakan semua ancaman.

Pejabat Kanada telah menekankan hubungan perdagangan yang luas antara kedua negara dan menunjukkan bahwa Kanada adalah tujuan ekspor teratas untuk 35 negara bagian AS dan 9 juta pekerjaan di Amerika Serikat bergantung pada perdagangan dengan tetangga utaranya tersebut.

Pada Minggu (10/6/2018) waktu setempat, penasihat ekonomi Gedung Putih Peter Navarro mengatakan ada "tempat khusus di neraka" bagi Trudeau.

Dia mengkritik kampanye penjangkauan pemerintah yang dilakukan Trudeau, ia mengatakan Kanada harus menghabiskan lebih banyak waktu di meja perundingan dan sedikit waktu melobi "Capitol Hill, kami, pers, dan pemerintah negara bagian."

Pilihan terbatas Kanada artinya "tidak ada rencana B ajaib," kata Profesor Urusan Internasional Universitas Ottawa, Patrick Leblond.

Menurutnya, cara terbaik yang bisa dilakukan Kanada adalah dengan tetap pada rencana kampanyenya.

Sumber : reuters

Tag : as, kanada
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top