Syahri Mulyo Tersangka, PDIP Masih Optimistis Menangi Pilkada Tulungagung

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tetap optimistis akan memenangi pemilihan kepala daerah Kabupaten Tulungagung.
JIBI | 08 Juni 2018 15:30 WIB
Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tetap optimistis akan memenangi pemilihan kepala daerah Kabupaten Tulungagung.

Penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi kepada Syahri Mulyo dinilai tak mengurangi elektabilitas di masyarakat.

“Partai tetap solid dan yakin menang,” kata bendahara tim pemenangan PDIP Kabupaten Tulungagung, Heru Santoso, Jumat (8/6/2018).

Dia mengatakan penetapan status tersangka kepada calon Bupati Tulungagung Syahri Mulyo tak melemahkan PDIP untuk memenangi pilkada. Tim pemenangan pasangan Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo (SAHTO) tetap akan menyelesaikan pemilihan meski tanpa kehadiran Syahri Mulyo.

Heru menjelaskan, posisi Syahri Mulyo saat ini adalah warga biasa, dan bukan pejabat pemerintah. Sejak mengajukan nonaktif, karena mengikuti pemilihan kepala daerah, menurut Heru, Syahri Mulyo sudah tidak bisa melakukan intervensi kebijakan di lingkungan Pemerintah Tulungagung.

Pernyataan tersebut untuk mengklarifikasi dugaan korupsi yang dituduhkan kepada Syahri, bahwa dia masih bisa memerintah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sutrisno yang lebih dulu ditangkap KPK. Bahkan, Syahri juga dianggap tak bisa mengatur pelaksanaan proyek yang menyeret kontraktor pelaksana yang juga telah diamankan KPK.

Namun demikian, kata Heru, PDIP Tulungagung tetap akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. Dia meminta masyarakat untuk mengedepankan azas praduga tak bersalah. Heru juga meminta seluruh relawan SAHTO tak kehilangan semangat untuk memenangi pemilihan tanggal 27 Juni mendatang.

Heru mengakui jika langkah hukum yang dilakukan KPK ini akan sedikit banyak mempengaruhi situasi pemilihan di Tulungagung. Namun, hal itu hanya akan mengurangi sedikit dari elektabilitas Syahri Mulyo di depan pemilih.

“Sebelum ada tindakan KPK, estimasi selisih suara kami sangat jauh dengan kandidat. Jadi kalaupun berkurang tetap tak bisa diungguli lawan,” kata Heru.

Pemilihan kepala daerah Kabupaten Tulungagung diikuti dua pasangan calon. Mereka adalah pasangan petahana Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo yang diusung oleh PDIP, Nasdem, dan Perindo. Sedangkan pasangan Margiono-Eko Prisdianto didukung oleh Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, PKB, PPP, PKS, Hanura, PAN, dan PBB.

Sumber : Tempo

Tag : OTT KPK, pdip
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top