Gara-gara Suap, Mantan Ketua Kelompok Asuransi di China Dipenjara 11 Tahun

Mantan Ketua Kelompok Asuransi Rakyat China (PICC) dipenjara 11 tahun karena menerima suap, kata media pemerintah China pada Kamis (24/5/2018), menampilkan eksekutif senior terkini ditindak oleh gerakan penumpasan korupsi Beijing.
Newswire | 24 Mei 2018 15:30 WIB
Penjara - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Ketua Kelompok Asuransi Rakyat China (PICC) dipenjara 11 tahun karena menerima suap, kata media pemerintah China pada Kamis (24/5/2018), menampilkan eksekutif senior terkini ditindak oleh gerakan penumpasan korupsi Beijing.

Wang Yincheng, yang juga wakil sekretaris Partai Komunis di PICC milik negara itu, dinyatakan bersalah menerima 8,7 juta yuan (Rp13,6 miliar) suap sejak 2006 hingga 2016 sebagai imbalan untuk membantu pribadi dan perusahaan dengan kontrak proyek, memberikan promosi staf dan mempekerjakan anak-anak mereka, kata "People's Daily".

Surat kabar itu mengutip putusan Pengadilan Menengah Fozhou. Wang juga menghadapi denda 1 juta yuan dan penyitaan dari keuntungan gelapnya, kata pengadilan.

Wang dan perwakilannya tidak dapat dihubungi untuk dimintai tangappan.

Wang adalah eksekutif keuangan senior terakhir yang tertangkap dalam pertarungan besar melawan korupsi oleh Presiden China Xi Jinping.

Xi telah memimpin upaya anti-korupsi sejak berkuasa pada akhir 2012, menghukum lebih dari satu juta anggota partai dan memenjarakan tokoh-tokoh militer. Pejabat keamanan pensiunan Zhou Yongkang menjadi pejabat paling senior yang digulingkan karena korupsi sejak 1949.

Pemimpin tertinggi China berjanji menggencarkan tindakan keras terhadap kerugian keuangan tahun ini. Sejumlah pejabat keuangan senior dan eksekutif, seperti mantan pemimpin "Anbang Insurance Group Co" Wu Xiaohui, telah dipenjara di bawah tindak keras itu.

Wang sedang berada di bawah penyelidikan oleh pengawas anti-korupsi Partai Komunis China, Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin (CCDI), pada Februari 2017.

CCDI mengeluarkan Wang dari Partai Komunis pada Juli setelah penyelidikan menemukan pelanggaran serius pada tata tertib partai - eufemisme untuk tindak korupsi.

Komisi itu mengatakan Wang mencoba menyuap pejabat CCDI selama penyelidikan.

Komisi itu mengatakan bahwa Wang "mengejar kesenangan luar biasa", memanfaatkan sarana PICC untuk kepentingan pribadi, menggunakan dana perusahaan untuk membayar perjalanan pribadi, dan mengubah jadwal usaha luar negeri untuk bermain golf".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china

Sumber : Antara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top