Working Dinner Menlu G20, RI Ajak Anggota Perangi Terorisme

Negara anggota G20 digarapkan menunjukan kepemimpinan dan kontribusi dalam melawan terorisme guna menjaga keamanan dan perdamaian dunia.
David Eka Issetiabudi | 21 Mei 2018 14:36 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA--Negara anggota G20 digarapkan menunjukan kepemimpinan dan kontribusi dalam melawan terorisme guna menjaga keamanan dan perdamaian dunia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan bahwa ancaman terorisme masih tinggi dan sangat nyata. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kejadian di Indonesia pekan lalu, di Surabaya. Dia menjelaskan bahwa Polisi dan otoritas keamanan Indonesia bergerak cepat mengidentifikasi dan menangkap jaringan pelaku.

"Masyarakat Indonesia tidak takut, kita semua tidak boleh takut hadapi terorisme dan tidak boleh beri terorisme ruang untuk bergerak," tegasnya dalam keterangan tertulis pada working dinner Menlu G20, mengawali rangkaian Pertemuan Para Menlu G20 di Buenos Aries Argentina, Minggu (20/5/18).

Dalam pertemuan yang dihadiri 21 Menlu tersebut, Retno menyampaikan apresiasi atas dukungan dan solidaritas negara-negara G20 kepada Indonesia, menyusul aksi terorisme di Indonesia. Menlu menyampaikan bahwa kejadian di Surabaya memprihatinkan, dengan terlibatnya seluruh anggota keluarga, termasuk dimanfaatkannya anak-anak, dalam aksi terorisme.

Terkait hal inj, Indonesia mengajak anggota G20 untuk memperkuat kerja sama global dalam melawan terorisme. Menlu RI mengusulkan agar isu counter-terorism menjadi bagian integral dalam pembahasan di G20.

Sebelumnya dan mengawali rangkaian pertemuan Menlu G20, Menlu RI telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Belanda Stef Blok. Kedua Menlu membahas upaya untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan kerja sama pemberantasan terorisme.

Untuk kerja sama pendidikan, Indonesia mengharapkan rencana Belanda untuk melakukan review terhadap beasiswa internasional tidak akan berpengaruh pada kerjasama yang dilakukan dengan Indonesia.

Tidak hanya itu, Kedua Menlu juga bertukar pandangan terkait perkembangan di kawasan termasuk situasi pengungsi dari Rakhine State di Cox's Bazaar, Bangladesh.

Selain Menlu Belanda, Retno juga bertemu dengan Wakil Menlu Amerilka Serikat. Dalam pertemuan ini, Wakil Menlu AS menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap proses perdamaian di Afghanistan, termasuk dengan memfasilitasi Pertemuan Trilateral Ulama di Bogor.

Pertemuan juga membahas upaya untuk memperkuat kerja sama strategic partnership Indonesia - Amerika Serikat. Selain itu, Retno juga mendapat penjelasan posisi AS terhadap status Jerusalem, menanggapi keprihatinan Menlu RI atas pernyataan PM Israel mengenai status Jerusalem.

Negara G20 adalah kelompok kerja sama 19 negara dan Uni Eropa, yang merupakan 20 ekonomi terbesar dunia, baik dari negara maju maupun emerging economies. G20 didirikan pada tahun 1999 guna membahas isu-isu kunci dalam perekonomian dunia.

Saat ini, kekuatan ekonomi G20 mencakup 85% total gross world product, 80% perdagangan dunia, serta mewakili dua per tiga populasi dunia dan meliputi hampir separuh wilayah dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
g20, terorisme

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top