Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemensos Turunkan Tim Layanan Dukungan Psikososial ke Surabaya

Kementerian Sosial menurunkan tim Layanan Dukungan Psikososial ke Surabaya pascakejadian peledakan bom di Surabaya.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 14 Mei 2018  |  06:44 WIB
Kemensos Turunkan Tim Layanan Dukungan Psikososial ke Surabaya
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat seusai menghadiri Bimbingan Pemantapan Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) 2018 di Manado, Minggu (13/5/2018). - Bisnis/Kurniawan A. Wicaksono
Bagikan

Bisnis.com, MANADO – Kementerian Sosial menurunkan tim Layanan Dukungan Psikososial ke Surabaya pascakejadian peledakan bom di Surabaya.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat seusai menghadiri Bimbingan Pemantapan Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) 2018 di Manado, Minggu (13/5/2018).

“Hari ini juga tim LDP [Layanan Dukungan Psikososial] berangkat ke Surabaya untuk mengidentifikasi keluarga korban. Mereka penting untuk kita support dan kuatkan,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian yang menyangkut terorisme di Surabaya ini jelas memprihatikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Turunnya tim LDP ke lapangan, sambungnya, diharapkan memberikan dukungan agar korban maupun keluarganya tidak trauma berkepanjangan.

Terkait dengan santunan, Harry memaparkan sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial No. 4/2015, para korban bencana sosial itu akan mendapatkannya. Berdasarkan beleid tersebut, kepada ahli waris akan diberikan santunan Rp15 juta. Ada pula bantuan lain.

Selain itu, seperti yang sudah terjadi di beberapa tempat, korban-korban kasus konflik seperti terorisme ini juga berpotensi diikutkan dalam program keluarga harapan (PKH). Kemensos juga bisa memberi akses untuk program Indonesia Pintar dan Indonesia Sehat.

“Intinya, meraka butuh perlindungan. Jangan sampai ada trauma dan antipati, termasuk napiternya sendiri,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top