Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menyiarkan Korban Secara Vulgar Dalam Bom Gereja Surabaya, KPI Ingatkan Stasiun TV

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memperingatkan seluruh lembaga penyiaran terutama televisi untuk menaati Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI 2012.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 13 Mei 2018  |  09:54 WIB
Komisi Penyiaran Indonesia
Komisi Penyiaran Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA--Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memperingatkan seluruh lembaga penyiaran terutama televisi untuk menaati Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI 2012.

Ketua KPI, Yuliandre Darwis mengemukakan lembaga penyiaran terutama televisi dilarang untuk menampilkan adegan kekerasan seperti potongan tubuh yang berdarah, terpotong atau kondisi manusia yang mengenaskan akibat peristiwa kekerasan yang terjadi di sejumlah Gereja di Surabaya, Jawa Timur pasca terjadi ledakan bom.

"Kami mengimbau lembaga penyiaran, televisi dan radio, untuk mengutip informasi dari narasumber yang terpercaya dan institusi yang berwenang," tuturnya, Minggu (13/5).

Dia menegaskan lembaga penyiaran memiliki kewajiban menyiarkan berita yang akurat di tengah masyarakat dengan mengedepankan prinsip jurnalistik dan regulasi penyiaran yang ada.

"Jangan sampai masyarakat menerima teror yang berulang, karena munculnya informasi dan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ledakan bom
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top