Curhat di Twitter, Trump Pasrah dengan Janji-janji Kim Jong Un?

Optimisme Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai Korea Utara tampak menyurut, setelah banyak anggota parlemen AS terdengar skeptis tentang janji-janji yang dibuat oleh pemerintahan Kim Jong Un menjelang rencana tatap muka kedua pemimpin negara.
Renat Sofie Andriani | 23 April 2018 07:08 WIB
Presiden Amerka Serikat Donald Trump. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Optimisme Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai Korea Utara tampak menyurut, setelah banyak anggota parlemen AS terdengar skeptis tentang janji-janji yang dibuat oleh pemerintahan Kim Jong Un menjelang rencana tatap muka kedua pemimpin negara.

“Kita masih jauh dengan membuat kesimpulan tentang Korea Utara, mungkin semuanya akan berjalan lancar, dan mungkin tidak - hanya waktu yang akan berbicara,” tulis Trump dalam akun Twitternya pada Minggu (22/4/2018), dikutip Bloomberg.

Tanda lain bahwa hasil sukses dengan Korea Utara masih jauh dari pasti, Wall Street Journal, mengutip informasi sumbernya, pada Minggu malam mengabarkan bahwa Trump tidak akan mau membuat konsesi, seperti mencabut sanksi ekonomi, sampai Korea Utara secara substansial telah melucuti persenjataan nuklirnya.

Padahal dalam cuitan sebelumnya, Trump mengritik jurnalis NBC Chuck Todd karena menyatakan bahwa AS telah memberikan terlalu banyak alasan bagi Korea Utara dalam negosiasi menjelang rencana pertemuan dengan Kim.

“Wow, kami belum mengorbankan apapun dan mereka [Korut] telah setuju untuk denuklirisasi (sangat bagus untuk Dunia), penutupan situs [uji coba nuklir], & tidak ada lagi pengujian!” cuit Trump.

Pada Jumat (2/4/2018), Kim Jong Un memang menyatakan akan menghentikan uji coba nuklir negeri terisolasi tersebut. Ini dilihat sebagai isyarat simbolis yang ditujukan untuk melunakkan dasar diskusi antara kedua pemimpin.

Trump memujinya sebagai kemajuan besar dan mengatakan menantikan pertemuannya dengan diktator Korea Utara tersebut pada bulan Mei atau Juni.

Kantor berita resmi Korut KCNA melaporkan, dalam pertemuan partai berkuasa di Pyongyang pada Jumat (20/4), Kim menyatakan rezimnya akan menghentikan uji coba bom atom dan rudal balistik antarbenua. Ia menilai tujuan Korut untuk membangun persenjataan nuklir telah tercapai.

Korut dikatakan juga akan menutup situs uji Punggye-ri, sebuah fasilitas yang terletak di gunung terpencil.

Namun demikian, media itu menjauhi penggunaan istilah 'denuklirisasi' untuk menggambarkan tawaran Pyongyang. Kim tidak membuat komitmen untuk melucuti sekitar 60 bom nuklir dan rudal balistik antarbenua yang tidak diketahui pasti jumlahnya. Para pembuat kebijakan pun terdengar lebih skeptis daripada optimistis.

Kepada CNN, Senator Bob Corker dari Tennessee mengatakan upaya Kim harus ditanggapi dengan hati-hati. Tokoh Partai Republik ini, yang juga ketua Komite Hubungan Luar Negeri di Senat AS, mengatakan pemimpin Korea Utara itu telah melakukan 'upaya hubungan masyarakat yang besar' untuk merayu Trump.

Senator Dianne Feinstein, seorang Demokrat dari California, menyebut janji Korea Utara untuk menangguhkan uji coba rudal adalah 'permulaan'.

“Pertanyaannya adalah apakah itu akan bertahan atau tidak,” kata Feinstein kepada CBS News. “Korea Utara memiliki reputasi meragukan atas perjanjian mereka.”

Sementara itu, Senator Tom Cotton, seorang Republik dari Arkansas dan aliansi dekat Trump, mengatakan pernyataan Korea Utara pada Jumat mudah dibalik. “Ini lebih baik daripada pengujian yang berkelanjutan, tetapi tidak jauh lebih baik dari itu,” ujar Cotton.

Tag : Donald Trump, kim jong un
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top