Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

KPPU Akhirnya Punya 9 Komisioner Baru

Setelah melewati dua kali perpanjangan kepemimpinan, akhirnya Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU resmi memiliki sembilan komisioner baru.
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 23 April 2018  |  16:45 WIB
KPPU Akhirnya Punya 9 Komisioner Baru
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) - david Eka Issetiabudi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah melewati dua kali perpanjangan kepemimpinan, akhirnya Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU resmi memiliki sembilan komisioner baru.

Artinya, komisioner masa jabatan 2012-2017 di bawah kepemimpinan Syarkawi Rauf akan berakhir usai serah terima jabatan. 

Komisi VI DPR RI telah mengumumkan sembilan nama terpilih untuk menjalankan amanah undang-undang anti monopopi melalui lembaga persaingan usaha Tanah Air.

Hal ini termaktub dalam Pasal 30 (1) UU No.5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Berdasarkan dokumen yang diterima Bisnis, kesembilan nama tersebut adalah Afif Hasbullah, Chandra Setiawan, Dinni Melanie, Guntur Syahputra Saragih, dan Harry Agustanto. 

Selanjutnya, Kodrat Wibowo, Kurnia Toha, Ukay Karyadi, dan Yudi Hidayat.

Kesembilan komisioner akan menjadi penggawa yang membawa KPPU semakin mumpuni menjalankan mandat undang-undang. Komisioner KPPU juga bertanggung jawab langsung terhadap presiden.

Adapun, masa jabatan anggota komisi yakni 5 tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan. Peraturan ini tertuang dalam Pasal 31 ayat (3) UU No.5/1999.

Serah terima jabatan komisioner lama ke komisioner baru akan digelar pada Senin, 30 April mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kppu
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top