Trump: Nego Pembebasan 3 Warga AS dari Penjara Korut Terbuka

Peluang bebasnya tiga warga Amerika Serikat (AS) yang sedang ditahan di Korea Utara terbuka. Upaya proses negosiasi untuk kebebasan mereka diungkapkan sendiri oleh Presiden AS Donald Trump.
Renat Sofie Andriani | 19 April 2018 17:43 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menimbang spekulasi panas soal potensi Oprah Winfrey mengikuti pemilihan presiden tahun 2020. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Peluang bebasnya tiga warga Amerika Serikat (AS) yang sedang ditahan di Korea Utara terbuka. Upaya proses negosiasi untuk kebebasan mereka diungkapkan sendiri oleh Presiden AS Donald Trump.

“Kami sedang sangat mengupayakan untuk mendapatkan ketiga warga negara Amerika tersebut kembali. Saya pikir ada peluang bagus untuk melakukannya. Kami menjalani perundingan yang sangat baik,” ungkap Trump dalam suatu konferensi pers di Florida, Rabu (18/4/2018) waktu setempat.

Ketiga warga AS tersebut masing-masing adalah keturunan Korea bernama Kim Dong Chul, Kim Sang-duk (Tony Kim), dan Kim Hak Song.

Kim Dong Chul diketahui pernah berdomisili di Virginia, AS. Ia dijatuhi hukuman kerja paksa hingga 10 tahun pada Maret 2016 atas tuduhan melakukan upaya subversi dan spionase.

Tony Kim ditangkap di Pyongyang International Airport pada April 2017 saat berupaya meninggalkan negeri terisolasi tersebut. Media setempat mewartakan ia ditangkap karena tuduhan ‘tindakan bermusuhan’ melawan pemerintah.

Sementara itu, Kim Hak Song ditangkap saat melakukan perjalanan dengan kereta dari Pyongyang ke kota perbatasan China Dandong. Penangkapannya juga dilaporkan karena tuduhan yang sama yakni perlawanan terhadap pemerintah Korut.

Menurut seorang pejabat pemerintahan senior AS, Direktur CIA Mike Pompeo, yang diam-diam telah mengunjungi Pyongyang baru-baru ini, mengangkat isu tersebut dalam diskusinya dengan pemimpin Korut Kim Jong Un serta harapan AS atas pembebasan ketiganya.

Pada saat yang sama, Trump juga mengatakan berharap rencana pertemuannya dengan Kim Jong Un untuk membahas denuklirisasi akan berhasil. Jika tidak, ia menegaskan tidak akan membuang waktunya untuk melanjutkan pertemuan itu.

“Jika kami pikir itu tidak akan berhasil, kami tidak akan menjalaninya. Jika pertemuan itu tidak akan berbuahkan hasil, saya akan secara santun meninggalkannya,” lanjutnya Trump, seperti dikutip Reuters.

Trump, yang baru saja menjamu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe beserta istrinya di resor Mar-a-Lago, mengatakan tekanan terhadap Korea Utara akan berlanjut sampai mereka setuju menghentikan ambisi persenjataan nuklirnya.

“Ada jalan terang bagi Korea Utara ketika mencapai denuklirisasi dengan cara yang menyeluruh, dapat diverifikasi, dan permanen. Saat itu akan menjadi hari yang luar biasa bagi mereka dan bagi dunia,” tutur Trump.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top