Mantan Direktur FBI James Comey Menyesal Komentari Wajah Oranye Trump

Belum lama merilis memoarnya, mantan Direktur FBI James Comey tampak ingin memutar waktu kembali dan merevisi isi buku tersebut. Tak main-main memang, karena revisi itu berkenaan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Renat Sofie Andriani | 19 April 2018 11:27 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Belum lama merilis memoarnya, mantan Direktur FBI James Comey tampak ingin memutar waktu kembali dan merevisi isi buku tersebut. Tak main-main memang, karena revisi itu berkenaan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dalam sebuah wawancara terbaru, Comey mengatakan kepada ABC "The View" pada Rabu (18/4/2018) bahwa ia menyesal telah menulis sebuah paragraf dalam bukunya bertajuk “ A Higher Loyalty”, yang menggambarkan tampilan fisik Presiden Trump.

Comey mengawalinya dengan kesan pertama bertemu dengan presiden terpilih tersebut. Menurut Comey, Trump tampak lebih pendek dari yang terlihat.

“Dia tampak lebih pendek dari pada yang terlihat di panggung debat dengan Hillary Clinton. Ia juga tampak persis sama seperti yang terlihat di televisi. Ini mengejutkan, karena kebanyakan orang-orang sering terlihat berbeda secara pribadi,” lanjut Comey.

Namun kemudian deskripsinya tentang Trump tersebut menjadi lebih terperinci. Dalam paragraf yang dimaksud, Comey menggambarkan rupa kulit, rambut, dan tangan orang nomor satu di AS tersebut.

“Wajah Trump tampak sedikit berwarna oranye,” tulis Comey. “Tampak pula warna putih yang terang di bawah matanya,” seperti diwartakan The Hill.

Comey juga menuliskan rambut Trump yang misterius dan tangannya yang tampak lebih kecil. Hal ini sepertinya tidak mengundang banyak simpati para pembaca. Kritik pun berdatangan terhadap Comey dan bukunya menjadi bulan-bulanan.

“Jika saya harus menuliskannya lagi, saya tidak akan menyertakan paragraf itu, karena akan memberi alasan bagi siapapun untuk mengecam buku itu,” kata Comey, dikutip Business Insider.

“Saya tidak dan tetap tidak menganggapnya sebagai target [tulisan],” kata Comey dalam wawancara di NBC. “Saya mencoba menjadi penulis, sesuatu yang belum pernah saya jalani sebelumnya, dan membawa para pembaca ke dalam ceritanya.”

Trump sendiri telah bereaksi atas buku ini. Tak lama setelah petikan buku tersebut tersebar, Trump mengecam Comey. Trump juga mengatakan bahwa Comey akan diingat sebagai Direktur FBI terburuk dalam sejarah hingga kini.

Tidak ada yang tahu persis apa yang menjadikannya segusar itu, meski ada banyak hal dalam buku itu yang bisa membuatnya gusar. Bisa jadi, kegusaran Trump berkaitan dengan tulisan tentangnya dalam paragraf itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top