Mantan Direktur FBI James Comey: Trump Tak Layak Jadi Presiden

Dalam wawancara terbaru dengan ABC News pada Minggu malam (15/4/2018) waktu setempat, mantan Direktur FBI James Comey menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara moral tidak layak menjadi presiden.
Renat Sofie Andriani | 16 April 2018 12:10 WIB
Mantan Direktur FBI James Comey - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Dalam wawancara terbaru dengan ABC News pada Minggu malam (15/4/2018) waktu setempat, mantan Direktur FBI James Comey menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara moral tidak layak menjadi presiden.

“Presiden kita harus mewujudkan rasa hormat dan mematuhi nilai-nilai yang menjadi inti dari negara ini,” ujar Comey secara ekslusif kepada ABC News Chief Anchor George Stephanopoulos, seperti dikutip CNBC.

“Yang paling penting adalah kebenaran. Presiden ini [Trump] tidak mampu melakukan itu. Dia secara moral tidak layak menjadi presiden,” lanjut Comey. Jika berbicara tentang wanita, ungkapnya, Trump seolah sedang membicarakan potongan daging.

Wawancara terhadap Comey dilakukan sebelum buku barunya, "A Higher Loyalty: Truth, Lies, and Leadership" dipublikasikan pada hari Selasa.

Pemecatan terhadap Comey sendiri oleh Trump pada Mei tahun lalu mendorong penunjukan penasihat khusus Robert Mueller oleh Departemen Kehakiman. Pemecatan itu terjadi saat FBI tengah menyelidiki apakah Trump terlibat dengan Rusia dalam pemenangan pemilihan presiden akhir tahun lalu.

Mueller bertugas menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016, serta kemungkinan kolusi oleh pejabat kampanye Trump dalam campur tangan itu.

Trump telah berulang kali dengan gusar membantah adanya kolusi semacam itu. Dia juga mengkritik Mueller serta mempertimbangkan untuk memecatnya bersama dengan Jaksa Agung Jeff Sessions.

Dalam wawancara yang sama, Comey mengatakan tidak mengerti alasan keengganan Trump untuk mengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin di depan umum.

“Itu membingungkan saya bahkan setelah Trump menjadi presiden. Saya melihat dia tidak akan mengkritiknya bahkan secara pribadi,” kata Comey.

“Saya dapat memahami seorang presiden membuat keputusan geopolitik bahwa, ‘Saya tidak boleh mengkritik pemimpin negara yang berlawanan karena beberapa alasan secara publik,” kata Comey. “Tapi saya mengetahui Presiden Trump bahkan tidak akan melakukannya secara pribadi, dan saya tidak tahu mengapa itu terjadi.”

Setelah Comey mengatakan Trump tidak layak menjadi presiden, dia ditanya apakah Trump harus diberhentikan.

“Aku akan memberimu jawaban yang aneh,” jawab Comey. “Saya harap tidak, karena saya pikir memecat dan mengenyahkan Donald Trump dari kedudukannya akan membuat warga Amerika lepas kendali.”

“Warga di negara ini harus berdiri, pergi ke bilik suara, kemudian memilih apa yang diinginkan oleh mereka sendiri,” lanjut Comey.

“Kita akan berjuang tentang senjata, tentang pajak, tentang hal-hal lainnya. Tetapi Anda tidak dapat memiliki, sebagai presiden Amerika Serikat, seseorang yang tidak mencerminkan nilai-nilai kita semua pihak percayai,” katanya.

“Itu adalah inti dari negara ini. Itu adalah fondasi kita. Dan oleh karenanya pemakzulan, akan merusak hal itu,” tambahnya.

Sejauh ini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan mengenai wawancara ini. Sementara itu, wawancara Comey dengan ABC News dan buku barunya telah mengundang amarah Trump.

Pada Minggu pagi, ia melancarkan serangkaian cuitan buruk tentang Comey, menyebutnya “licin” dan “bola lendir”, serta meramalkan bahwa dia akan diingat sebagai Direktur FBI terburuk dalam sejarah hingga kini.

 

 

Tag : Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top