Starbucks Minta Maaf, Insiden Penangkapan Pria Kulit Hitam Viral di Medsos

Sebuah video amatir di twitter memperlihatkan polisi memborgol dua laki-laki kulit hitam yang dituduh staf Starbucks masuk tanpa izin. Starbucks dianggap rasis setelah video itu diunggah dan di-retweet oleh banyak orang.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 16 April 2018 11:47 WIB
Unjuk rasa di depan Starbucks Philadelphia, Pennsylvania, AS, Minggu (15/4/2018). - Getty/bbc.com

Bisnis.com, JAKARTA-Pihak kafe penjual kopi Starbucks meminta maaf atas kejadian penangkapan dua laki-laki kulit hitam yang terjadi di kedai kopi mereka di Philadelphia.

Kejadian tersebut viral setelah sebuah video amatir di twitter memperlihatkan polisi memborgol dua laki-laki kulit hitam yang dituduh staf Starbucks masuk tanpa izin. Starbucks dianggap rasis setelah video itu diunggah dan di-retweet oleh banyak orang.

Kepala eksekutif Starbucks Kevin Johnson mengatakan video itu "sulit untuk ditonton" dan bahwa tindakan yang diambil "salah".

Dalam insiden yang terjadi pada Kamis malam lalu, kedua pria itu didekati manajer toko dan diminta pergi setelah mereka menggunakan toilet tanpa melakukan pembelian kata polisi seperti dilansir BBC.com.

Menanggapi permintaan manajer toko tersebut, kedua laki-laki berkulit hitam tersebut mengatakan bahwa mereka sedang menunggu teman dan menolak untuk pergi.

Komisioner polisi Philadelphia Richard Ross mengatakan bahwa yang dilakukan petugasnya adalah benar. Mereka melakukan penangkapan setelah staf Starbucks mengatakan kepada mereka bahwa pasangan itu menyebabkan gangguan dan masuk tanpa izin.

"Jika suatu perusahaan menelepon dan mereka mengatakan bahwa ada seseorang di sini yang tidak lagi saya inginkan dalam bisnis saya, mereka [para petugas] sekarang memiliki kewajiban hukum untuk melaksanakan tugas mereka," kata Ross.

Dalam rilis resmi Starbucks pada Sabtu (14/3/2018). Johnson mengungkapkan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya kepada kedua laki-laki tersebut dan mengatakan bahwa perusahaannya akan melakukan apa saja untuk membuat semuanya kembali menjadi baik.

"Video yang direkam oleh pelanggan sangat sulit untuk ditonton dan tindakan di dalamnya tidak mewakili misi dan nilai Starbucks kami," kata Johnson.

Dia juga menyesalkan perbuatan pelaporan yang dilakukan oleh stafnya kepada kepolisian Philadelphia yang seharusnya tidak dilakukan dengan "dasar" dari peristiwa yang sebenarnya sepele tersebut.

Akan tetapi, video insiden tersebut sudah terlanjur ditonton 9 juta orang, dan memicu kritik juga seruan untuk memboikot kedai Starbucks itu.

Terbukti pada Minggu (15/4/2018) orang-orang berkumpul menunjukkan protes di luar kedai kopi. Saat ini perusahaan sedang menyelidiki lebih dalam kasus tersebut untuk mencegah agar tidak terjadi lagi kasus serupa di masa mendatang.

Sumber : bbc.com

Tag : starbucks
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top